Tidur yang Cukup Membantu Turunkan Berat Badan

KBRN, Jakarta:  Selain mengatur pola makan dan berolahraga, kualitas tidur yang baik juga sama pentingnya dalam membantu menurunkan berat badan.

Sayangnya, masih banyak orang yang tidak memiliki kualitas serta waktu tidur yang baik. Menurut sebuah studi di AS, sekitar 30 persen orang dewasa tidur kurang dari enam jam hampir setiap malam.

Dilansir dari Tempo (9/4/21), American Academy of Sleep Medicine dan Sleep Research Society merekomendasikan bahwa orang dewasa berusia 18-60 tahun harus tidur setidaknya tujuh jam. 

Namun, ada banyak orang yang kurang tidur di malam hari dan ini menghambat rencana penurunan Berat Badan Anda. Sesuai penelitian yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine, tidur selama 8,5 jam atau 5,5 jam di malam hari bersama dengan asupan kalori tak berlebih melalui makanan dapat secara signifikan membantu penurunan berat badan.

Berikut beberapa alasan mengapa tidur cukup membantu menurunkan berat badan, seperti dilansir Healthline (9/4/21):

1. Membakar kalori

Tidur setidaknya selama tujuh hingga delapan jam dapat membantu tubuh Anda membakar banyak kalori dan itu sangat tergantung pada Berat Badan Anda. Jumlah kalori yang terbakar meningkat sesuai dengan berapa banyak Anda menimbang. Selain itu, semakin banyak massa tubuh yang Anda miliki, semakin banyak kalori yang akan Anda bakar saat tidur dan beristirahat.

2. Kurang tidur jadi risiko utama obesitas

Penelitian telah menemukan bahwa kurang tidur dikaitkan dengan penambahan berat badan dan kemungkinan obesitas yang lebih tinggi pada orang dewasa dan anak-anak.

Kebutuhan tidur orang bervariasi, tetapi secara umum, penelitian telah mengamati perubahan berat badan ketika orang tidur kurang dari 7 jam setiap malam.

Sebuah tinjauan utama menemukan bahwa durasi tidur yang singkat meningkatkan kemungkinan obesitas sebesar 89 persen pada anak-anak dan 55 persen pada orang dewasa.

Studi lain mengikuti sekitar 60 ribu perawat non-obesitas selama 16 tahun. Pada akhir penelitian, perawat yang tidur lima jam atau kurang per malam memiliki kemungkinan 15 persen lebih besar untuk mengalami obesitas dibandingkan mereka yang tidur setidaknya 7 jam semalam.

Satu studi meneliti 16 orang dewasa yang tidur hanya lima jam per malam selama lima malam. Mereka memperoleh rata-rata 1,8 pon (0,82 kg) selama studi singkat ini.

Selain itu, banyak gangguan tidur, seperti sleep apnea, yang diperburuk oleh penambahan berat badan.

Untuk itu, tidur yang cukup menjadi salah satu kunci agar berat badan stabil.

3. Kurang tidur dapat menurunkan metabolisme istirahat

Resting metabolic rate (RMR) atau tingkat metabolisme istirahat adalah jumlah kalori yang dibakar tubuh saat Anda benar-benar istirahat. Ini dipengaruhi oleh usia, berat badan, tinggi badan, jenis kelamin, dan massa otot.

Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menurunkan RMR Anda.

Dalam sebuah penelitian, 15 pria tetap terjaga selama 24 jam. Setelah itu, RMR mereka 5 persen lebih rendah daripada setelah istirahat malam normal, dan tingkat metabolisme mereka setelah makan 20 persen lebih rendah.

Tidur yang buruk juga tampaknya dapat menyebabkan hilangnya otot. Otot membakar lebih banyak kalori saat istirahat daripada lemak, jadi ketika otot hilang, laju metabolisme saat istirahat menurun.

4. Meningkatkan aktivitas fisik

Setelah Tidur nyenyak, Anda akan terbangun dengan perasaan segar dan bersemangat untuk melanjutkan aktivitas fisik Anda seperti berjalan, berlari, berenang, dan lainnya. Jika kurang tidur, Anda akan mengurangi aktivitas fisik dan memilih gaya hidup yang tidak aktif, yang tidak akan membantu dalam menurunkan berat badan.

5. Kurang tidur meningkatkan nafsu makan

Banyak penelitian telah menemukan bahwa orang yang kurang tidur melaporkan mengalami peningkatan nafsu makan.

Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh pengaruh tidur pada dua hormon penting kelaparan, ghrelin dan leptin.

Ghrelin adalah hormon yang dilepaskan di perut yang menandakan rasa lapar di otak. Kadar tinggi sebelum Anda makan, yaitu saat perut kosong, dan rendah setelah Anda makan.

Leptin adalah hormon yang dilepaskan dari sel lemak. Ini menekan rasa lapar dan memberi sinyal kepenuhan di otak.

Ketika Anda tidak mendapatkan tidur yang cukup, tubuh membuat lebih banyak ghrelin dan lebih sedikit leptin, membuat Anda lapar dan meningkatkan nafsu makan Anda.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00