Cerita TB. Hasanuddin Soal Budaya, Bela Negara

KBRN, Bandung: Tokoh budaya Pasundan, Ketua Dewan Penasehat Pencak Silat Gagak Lumayung, DR. TB Hasanudin mengatakan budaya merupakan karya anak bangsa yang  di dalamnya ada seni, sehingga budaya dan seni adalah satu hal yang tidak bisa dipisahkan.

"Saya ini sejak SD sampai SMA dan tingakat selanjutnya,  bergelut dibidang seni dan budaya karena 'paksaan' dari keturunan kami," ujarnya dalam sarasehan bertajuk budaya untuk membela negara yang digelar di RRI Bandung, Sabtu (6/3/2021).

Hingga kemudian, menurut TB. Hasanuddin ia mencoba belajar silat dan buah dari kerja kerasnya itu, ia pernah menyabet juara ketiga dalam kejuaraan tingkat nasional .

"Saya  juga mempaparkan juga soal budaya dari pendidikan militer hingga pendidikan di Prancis, saya ajarkan silat," imbuhnya.

Soal bela negara, anggota komisi I DPR ini menjelaskan dalam undang-undang adalah niat baik hak dan kewajiban seluruh negara untuk membela negara.

"Salah satu membela negara adalah dengan tidak korupsi. Bela negara itu mencintai produk dalam negara, sesuai anjuran presiden," tegasnya.

"Kemudian bekerja untuk keluarga demi bangsa dan negara, bayar pajak itu juga bela negara. Puncaknya ketika kemerdekaan diganggu baru kita angkat senjata. Bela negara dalam kehidupan sehari-hari yaitu taat hukum," pungkasnya.

Selain TB.Hasanuddin, hadir narasumber lainnya yaitu, Dirut LPP RRI,  M.Rohanudin, Direktur Bela Negara Kemhan RI, Brigjen TNI DR.Jubei Levianto , Rektor Institut Seni Budaya Indonesia Bandung DR.Hj. Een Herdiani, S.Sn, M.Hum , Direktur Utama Saung Angklung Udjo Taufik Hidayat , Dekan Fikom Unpad DR. Dadang Rahmat Hidayat, sastrawan Acep Zamzam Nur, dan koreografer Lena Guslina.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00