PP Pengupahan, Ini Perhitungan Upah Harian-Bulanan Pekerja/Buruh

Ilustrasi (Doc Istimewa) .jpg

KBRN, Jakarta:  Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menerbitkan sejumlah aturan turunan dari Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 Cipta Kerja (UU Ciptaker). 

Salah satu turunannya, adalah , Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Dalam beleid tersebut, diatur bagaimana perhitungan upah harian dan bulanan bagi para pekerja/buruh.

Padal Pasal 17, ditetapkan perhitungan upah harian, yaitu:

a. Bagi perusahaan dengan sistem waktu kerja 6 hari dalam seminggu, upah sebulan dibagi 25

b. Bagi perusahaan dengan sistem waktu kerja 5 hari dalam seminggu, upah sebulan dibagi 21

Upah Bulanan

Sementara itu, sesuai Pasal 18, upah berdasarkan satuan hasil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 hurub b ditetapkan sesuai dengan hasil pekerjaan yang telah disepakati.

Penetapan besarnya upah dilakukan oleh pengusaha berdasarkan hasil kesepakatan antara pekerja/buruh dengan pengusaha.

"Penetapan upah sebulan berdasarkan satuan hasil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf b untuk pemenuhan pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan, ditetapkan berdasarkan upah rata-rata 12 bulan terakhir yang diterima oleh pekerja/buruh," tulis Pasal 19.

Baca Juga: Pengupahan, Begini Hitung-hitungan Upah Per Jam Pekerja/Buruh 

Baca Juga: Upah Minimum Buruh Diatur Berdasarkan Kondisi Ekonomi

Upah Per Jam

Dalam PP ini, disebutkan juga bagaimana hitung-hitungan upah per jam bagi pekerja/buruh.

Pasal 16 menyebutkan, penetapan upah per jam hanya dapat diperuntukkan bagi pekerja/buruh yang bekerja secara paruh waktu.

Dalam bab penjelasan, maksud dari bekerja secara paruh waktu adalah bekerja kurang dari 7 jam dalam sehari dan kurang dari 35 jam dalam seminggu.

Selain itu, upah per jam dibayarkan berdasarkan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja/buruh.

"Kesepakatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak boleh lebih rendah dari hasil perhitungan formula upah per jam." tulis Pasal 16 point 3.

Pada Pasal 16 juga disebutkan formula perhitungan upah per jam, yaitu upah sebulan dibagi dengan 126.

"Angka 126 merupakan angka penyebut yang diperoleh dari hasil perkalian antara 29 jam 1 minggu dengan 52 minggu (jumlah minggu dalam 1 tahun) kemudian dibagi 12 bulan," tulis penjelasan Pasal 16.

"29 jam merupakan median jam kerja Pekerja/Buruh paruh waktu tertinggi dari seluruh provinsi," lanjutan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00