Pengupahan, Begini Hitung-hitungan Upah Per Jam Pekerja/Buruh 

Ilustrasi (Doc Istimewa) .jpg

KBRN, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menerbitkan sejumlah aturan turunan dari Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 Cipta Kerja (UU Ciptaker). 

Salah satu turunannya, adalah , Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Dalam beleid tersebut, Indonesia kini memiliki sistem gaji berdasarkan jumlah jam kerja. Padal pasal 14 disebutkan, updah ditetapkan berdasarkan satuan waktu atau satuan hasil.

"Upah berdasarkan satuan waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf a ditetapkan secara:

a. per jam;

b. harian; atau

c. bulanan." bunyi pasal 15.

Pasal 16 menyebutkan, penetapan upah per jam hanya dapat diperuntukkan bagi pekerja/buruh yang bekerja secara paruh waktu.

Dalam bab penjelasan, maksud dari bekerja secara paruh waktu adalah bekerja kurang dari 7 jam dalam sehari dan kurang dari 35 jam dalam seminggu.

Baca Juga: Upah Minimum Buruh Diatur Berdasarkan Kondisi Ekonomi

Selain itu, upah per jam dibayarkan berdasarkan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja/buruh.

"Kesepakatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak boleh lebih rendah dari hasil perhitungan formula upah per jam." tulis Pasal 16 point 3.

Pada Pasal 16 juga disebutkan formula perhitungan upah per jam, yaotu upah sebulan dibagi dengan 126.

"Angka 126 merupakan angka penyebut yang diperoleh dari hasil perkalian antara 29 jam 1 minggu dengan 52 minggu (jumlah minggu dalam 1 tahun) kemudian dibagi 12 bulan," tulis penjelasan Pasal 16.

"29 jam merupakan median jam kerja Pekerja/Buruh paruh waktu tertinggi dari seluruh provinsi," lanjutan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00