FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Lahan Makam Covid-19 Jakarta, Telan Rp185 Miliar

Petugas yang mengenakan APD membawa peti berisi jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Srengseng Sawah, Jakarta, Kamis (21/1/2021). TPU Srengseng Sawah yang baru sepekan dibuka untuk pemakaman dengan protokol COVID-19 dan menyediakan 541 liang lahat hampir penuh karena tingginya jumlah kematian akibat COVID-19. ANTARA FOTO (Wahyu Putro A)

KBRN, Jakarta: Pembukaan lima lahan pemakaman khusus Covid-19 baru oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menelan anggaran Rp185 miliar.

Pemprov DKI Jakarta menganggarkan dana sebesar itu untuk lima wilayah mulai Srengseng Sawah, Kampung Dukuh, Semper, Joglo, serta Bambu Wulung.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, menjelaskan, total lahan yang disiapkan bakal mencapai 3.3 hektare, dan mampu menampung sekitar 8.800 jenazah.

"Srengseng Sawah, Dukuh, Semper, Joglo, Bambu Wulung, jumlah dari lima lokasi itu sekitar 3.3 hektar, dengan satu petak makam memerlukan 3.75 meter persegi," ujar Suzi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (25/1/2021).

BACA JUGA: Lahan Baru Pemakaman Covid-19 di Srengseng Sawah

Akan tetapi, dari total Rp185 miliar anggaran tersebut, Suzi mengatakan, masih ada upaya penawaran pembelian, sehingga ada kemungkinan tidak sebesar itu.

"Enggak semua Rp185 miliar. Ada penawarannya," kata dia.

Kebutuhan lahan makam khusus Covid-19 memang sangat mendesak di jakarta, pasalnya pandemi Covid-19 terus meningkat dan sejak awal melanda, sudah ratusan jenazah korban virus Corona yang dimakamkan.

"Kita memakamkan (dengan) protap Covid itu kurang lebih sehari 100 (jenazah). Non Covid angka kematian kita memakamkan sekitar 90 orang. Jadi ada 190 orang yang harus kita makamkan (per hari)," jelasnya.

BACA JUGA: Jakarta Tambah Lahan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Berdasarkan data di laman corona.jakarta.go.id, sejak awal pandemi sampai dengan Sabtu (23/1), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat 13.015 jenazah yang dimakamkan dengan menggunakan protap Covid.

Penerapan protap Covid-19 dilakukan dengan cara jenazah dibungkus menggunakan plastik, ditempatkan di sebuah peti, dan harus dimakamkan kurang dari empat jam setelah meninggal. 

Petugas yang memakamkan juga wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap supaya tidak tertular.

Jenazah yang dimakamkan dengan protap Covid-19 karena meninggal lebih dahulu sebelum dilakukan tes atau sudah dites tetapi hasilnya belum keluar. 

Besar kemungkinan jenazah merupakan suspek.

BACA JUGA: Warga Pertanyakan TPU Rorotan untuk Pemakaman Covid-19

Lebih lanjut, Suzi mengatakan, sampai saat ini pihaknya terus mengupayakan membuka lahan makam baru. 

Salah satunya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Srengseng, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

"Kita tetap mengupayakan, jadi sekarang itu kita buka pertama itu 600 dan sekarang sudah mau selesai," imbuhnya.

Pembukaan lahan baru itu nantinya bertahap karena tidaklah mudah.

Pembukaan lahan baru dilakukan menyusul TPU Pondok Ranggon dan Tegal Alur yang dikhususkan untuk jenazah Covid-19 dinyatakan penuh.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00