Minim Penumpang, Angkot Purwokerto Tak Pasang Info Trayek

KBRN, Purwokerto:  Angkutan kota (angkot) Purwokerto  kini tak lagi memasang papan di atas kendaraan dengan daerah tujuan atau trayek.  

Minimnya penumpang saat ini, menjadi alasannya. 

Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Gus Nur Hadie mengatakan, sekarang kecenderungannya sudah tidak lagi menggunakan jalur trayek, sudah tidak dipakai lagi (papan trayek, red).  

"Hanya beberapa juga yang masih berangkat, banyak yang sudah tidak jalan. Jadi sekarang akotnya jalannya sudah speerti kendaraan online, tergantung penumpang mau turunnya dimana, kalau penumpang setuju dengan harganya penumpang itu dibawa," katanya. 

Menurut Agus pihaknya telah melakukan survey dilapangan. Selain faktor pandemi Covid-19, penurunan penumpang terjadi lantaran banyaknya ojek online (ojol).  

"Memang kami sudah komunikasikan dengan sopir angkot, terkait pendapatan kondisi mereka. Sekarang mereka setorannya hanya 30 persen, jadi kalau dulu setorannya mencapai Rp 60 ribu sekarang hanya Rp 25 ribu per hari," ujarnya. 

Langkah yang dilakukan pihaknya untuk membuat agar para sopir angkot tidak semakin terpuruk, ada rencana mereka akan diperkejakan sebagai sopir BTS (Buy The Service).  

"Inovasi rencana untuk para sopir angkot akan kita masukan dalam program BTS itu," kata dia. 

Penurunan omset sopir angkot di Purwokerto juga dibenarkan oleh salah satu sopir angkot, Yanto. 

Ia mengaku bingung dengan kondisi saat ini. "Sepi sekarang. Saya seringnya bawa pulang cuman uang Rp 20 ribu saja," kata dia. 

Jumlah pendapatan tersebut, masih menurut Yanto mengalami penurunan 60 hingga 80 persen dari hari-hari sebelumnya.  

Selain itu, dengan jumlah pendapatan tersebut, juga dirasa sulit untuk kebutuhan sehari-hari, terlebih untuk membiayai anaknya yang sekolah. 

"Apalagi sekarang sekolah online, ada biaya kuota internet. Terasa berat sekali," ujarnya.(san)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00