Mengenal Pesawat Jenis Boeing 737

Pesawat Boeing 737 koleksi Lion Air (Dok. Istimewa/wikicommon)

KBRN, Jakarta: Pesawat Lion Air JT177 nomor registrasi PK-LGZ rute penerbangan Lombok-Surabaya mengalami kerusakan mesin, sesaat setelah mengudara dari Bandara Internasional Lombok (BIL), yang berada di Desa Tanak Awu Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kejadian rusaknya pesawat Boeing 737 bukan yang pertama kali di Indonesia bahkan sudah terjadi juga di luar negeri.

Untuk mengenal lebih jauh pesawat Boeing 737, redaksi RRI mencoba sedikit mengulasnya:

Boeing 737-900 ER adalah sebuah pesawat penumpang sipil (airliner) komersial untuk penerbangan jarak dekat dan jauh.

Pertama kali dibuat pada tahun 2006, dan resmi mengudara pada 2007, Boeing 737-900 ER Extended Range dioperasikan pertama kali oleh maskapai penerbangan asal Indoneaia, yaitu Lion Air.

Boeing memulai pembangunan '737 - X Next Generation (NG)'. Program ini adalah untuk pembinaan seri -600, -700, -800 dan -900.

BACA JUGA: Mesin Rusak, Lion Air JT177 Mendarat Darurat

Dalam pembuatan NG ini, perubahan dilakukan dengan merancang sayap baru, peralatan elektronik yang baru, dan rancangan ulang mesin pesawat.

Jenis 737 NG dilengkapi dengan teknologi-teknologi dari Boeing 777, tingkap kokpit berteknologi tinggi, sistem dalaman pesawat yang baru (diambil dari 777), dengan penambahan berupa 'wingtip' yang mengurangi biaya bahan bakar dan memperbaiki proses 'take-off' pesawat.

Pesawat 737 NG boleh dikatakan sebagai sebuah model baru karena ciri-cirinya yang banyak berbeda dengan seri-seri yang lama.

Boeing membuat 737-900 yang mampu terbang lebih jauh dam menampung penumpang lebih banyak daripada versi sebelumnya. Pada varian ini, yaitu Boeing 737-900 ER (Extended Range), cockpit telah dilengkapi dengan HUD (Head Up Display). Peralatan ini biasanya dipakai pada pesawat militer / pesawat tempur. 

BACA JUGA: Insiden Lion Air JT177, Nihil Korban Jiwa

Fungsinya adalah untuk mempermudah pilot dalam menentukan kemiringan pesawat baik secara vertikal maupun horizontal.

Pesawat ini menggunakan layar LCD yang terpadu dalam bentuk glass cockpit. Pesawat ini menggunakan Glass Cockpit secara menyeluruh. Sistem ini dipercaya akan menjadi trend bagi pesawat-pesawat baru. Lion Air merupakan launch customer pesawat ini.

Di Indonesia, Boeing 737 merupakan "standar" armada bagi semua maskapai. Hampir seluruh maskapai penerbangan di Indonesia pernah dan atau masih mengoperasikan 737, baik varian "original" (seri -200) varian "Classic" (seri -300, -400, dan -500), maupun "Next Generation" (seri -800 dan -900ER).

Boeing 737-900 ER merupakan versi pengembangan Boeing Next Generation yang beroperasi di bandara-bandara Indonesia, dengan spesifikasi:

-Kecepatan Terbang: Mach 0,74, 420 knots (780 km/h) (Original & Klasik)

-Kecepatan Terbang: Mach 0,78, 440 kt (815 km/h) (NG)

-Mesin: 2 mesin turbofan, antara 64,4 kN sampai 117,3 kN per mesin

-Pratt & Whitney JT8D (100, 200)

-CFMI CFM56-3 (300, 400, 500)

-CFMI CFM56-7 (600, 700, 800, 900, 900X)

BACA JUGA: Sederet Tragedi Kecelakaan Pesawat Boeing 737

-Jangkauan jelajah maksimum:

2.745 mil laut (5.080 km) (900)

-Jarak dari ujung sayap kiri ke ujung sayap kanan: antara 28,3 m sampai 34,3 m (93,0 kaki - 112,6 kaki) (36 m untuk sayap lawi bagi -700, -800, -900)

-Panjang:

42,1 m (138,2 kaki) (900)

-Ketinggian ekor pesawat:

12,5 m (41,2 kaki) (700, 800, 900)

-Berat maksimum saat lepas landas(takeoff):

79.010 kg (174.200 lb) ( 900)

-Kapasitas: 195 hingga 215 penumpang

-Biaya: USD $44 juta hingga $74 juta menurut daftar harga 2004 [1]

-Autopilot, display, navigasi and sensor oleh Honeywell

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00