Insiden Lion Air JT177, Nihil Korban Jiwa

Armada Lion Air dari jenis B737-900 (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta: Lion Air telah menyampaikan keterangan dan permohonan maaf kepada para penumpang atas ketidaknyaman yang timbul, terganggu perjalanannya, akibat JT-177 rute dari Bandar Udara Internasional Zainudin Abdul Majid, Lombok Praya, Nusa Tenggara Barat (LOP) tujuan Bandar Udara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur (SUB) melakukan Return to Base (RTB) akibat mengalami kerusakan mesin, Selasa (29/9/2020).

"Selain itu, pihak maskapai juga telah memberikan kompensasi keterlambatan penerbangan sesuai ketentuan," terang Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, melalui keterangan resmi yang diterima RRI, malam ini.

General Manager Bandara Internasional Lombok, Nugroho Jati, mengatakan, setelah insiden RTB dari Lion Air JT177, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.

"Tidak ada korban jiwa atau penumpang yang cedera dalam peristiwa ini," ujar Nugroho melalui keterangan resmi, Selasa (29/9/2020).

Selanjutnya, Danang Prihantoro mengutarakan, proses pengerjaan pengecekan pada pesawat udara memerlukan waktu signifikan serta komponen yang harus didatangkan dari Jakarta.

"Lion Air penerbangan JT-177 mengalami penundaan keberangkatan (postponed) dan akan diterbangkan kembali pada hari berikutnya, Rabu (30/9) pada pukul 08.10 WITA," sambung Danang.

Pihak maskapai juga memfasilitasi akomodasi, permintaan perubahan jadwal keberangkatan (reschedule) dan pengembalian dana (refund) sesuai ketentuan.

"Lion Air, meminimalisir dampak yang timbul, agar penerbangan kami lainnya tidak terganggu," imbuhnya.

Seperti diberitakan RRI sebelumnya, pesawat Lion Air JT177 nomor registrasi PK-LGZ rute penerbangan Lombok-Surabaya mengalami kerusakan mesin, sesaat setelah mengudara dari Bandara Internasional Lombok (BIL), yang berada di Desa Tanak Awu Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pesawat yang membawa 114 penumpang tersebut take-off dari Bandara Lombok pukul 16.48 WITA, kemudian sekitar pukul 17.00 WITA, Unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Bandara Lombok menerima informasi bahwa pesawat tersebut akan melakukan Return to Base (RTB) atau kembali ke bandara karena mengalami kerusakan mesin nomor 2. Kemudian pukul 17.12 WITA pesawat berhasil mendarat. 

"Memutuskan kembali karena mengalami kerusakan," ungkap General Manager Bandara Internasional Lombok, Nugroho Jati, dalam siaran pers di Lombok, NTB, Selasa (29/9/2020).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00