Sosok Polisi yang Bubarkan Deklarasi KAMI Surabaya

Wakil Direktur Intel AKBP Iwan Surya Ananta (kiri), dari Polda Metro Jaya, sosok polisi yang menghentikan pertemuan KAMI di Surabaya saat pidato Gatot Nurmantyo (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta: Beredar sebuah video detik-detik acara Koaliasi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dihadiri mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gator Nurmantyo, dibubarkan polisi di Surabaya, Jawa Timur.

Melalui video yang beredar di media sosial, tampak seorang anggota polisi mengenakan kemeja berwarna putih tiba-tiba naik ke atas podium menghampiri Gatot Nurmantyo yang sedang berpidato.

Anggota polisi itu adalah Wakil Direktur Intel AKBP Iwan Surya Ananta, dari Polda Metro Jaya, yang menghentikan Presidium KAMI Gatot Nurmantyo saat berpidato memberikan sambutan di acara tersebut.

Diketahui, kehadiran Gatot Nurmantyo di Surabaya itu untuk mengukuhkan kepengurusan KAMI Jawa Timur. Namun, acara deklarasi batal lantaran mendapat penolakan dari massa yang mengatasnamakan 'Surabaya Adalah Kita'. 

BACA JUGA: Polisi Bubarkan Silaturahmi KAMI, Bukan Deklarasi

Tanpa diduga, Iwan naik ke podium tepat saat Gatot akan berpidato. Saat di atas podium, Iwan segera memberi pengumuman kepada massa KAMI kalau di luar gedung sedang ada demo.

Diketahui, acara KAMI Jawa Timur batal digelar di Gedung Juang 45 Surabaya. Salah satu deklarator KAMI, Gatot Nurmantyo, kemudian berpidato di Graha Jabal Nur, Jambangan, Surabaya.

"Saya kebetulan datang disuruh ke Jabal Nur, karena semua perwakilan ulama dan habib berkumpul di Jabal Nur. Karena diberi tahu tidak bisa ke sana (Gedung Juang 45) karena didemo. Jadi habis itu dianggap sudah deklarasi saja. (Saya diminta) tolong memberi sepatah dua kata," ujar Gatot di Masjid Assalam Puri Mas, Surabaya.

BACA JUGA: Silaturahmi KAMI di Surabaya Diakui Tak Berizin

"Jadi kita harus ikuti apa yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Sudah selesai semuanya. Di sini bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat," kata Gatot kepada wartawan di Jalan Jambangan Kebon Agung, Surabaya.

Dalam kesempatan lain, Gatot Nurmantyo menuding aksi penolakan terhadap acara mereka di Gedung Juang 45 dan Graha Jabal Nur, Surabaya, diikuti massa bayaran.

"Saya mengimbau kepada rekan-rekan KAMI, bahwa kita harus bersyukur. Karena yang demo di sana karena kehadiran KAMI akhirnya ada demo. Demo kan dibayar. Dalam ekonomi susah seperti ini, ada rekan-rekan yang kesulitan dan ada tawaran, ya diterima," kata Gatot di Masjid As-salam Puri Mas Surabaya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00