Bersengketa Lama, RRI Kantongi Sertifikat Lahan Srondol

KBRN, Semarang: Lahan tower dan rumah penjagaan di srondol banyumanik seluas 5.189 meter persegi yang sempat bersengketa dengan PT Srondol indah, hak pakainya resmi dimiliki RRI. 

Bahkan RRI kini mengantongi sertifikat tanah hak pakai yang secara simbolis telah diserahkan oleh Kepala ATR / BPN Kota Semarang Sigit Rachmawan Adhi kepada Kepala LPP RRI Semarang Chrisma Riny saat Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (Hantaru) 2020 ke 60 tahun dengan tema “Transformasi Digital Tata Ruang dan Pertanahan Menuju Digitalisasi Melayani yang Profesional dan Tepercaya yang digelar di BPN, Kamis (24/9/2020).

Kepala LPP RRI Semarang Chrisma Rini mengaku bersyukur setelah memperjuangkan asset milik negara yang saat ini di gunakan RRI. 

Ia berharap dengan terbitnya sertifikat tersebut, angkasawan angkasawati yang berada di srondol dapat bekerja lebih nyaman, aman dan tenang terutama asset negara milik RRI seperti pemancar radio.

"Saya bersyukur setelah perjuangan lama tidak sia2 akhirnya kita mendapatkan sertifikat. Ini juga berkat kerja keras teman teman pusat dan semarang yang terus berusaha untuk mengurus tanah ini. Sehingga tanah ini bisa menjadi hak pakai RRI. Yang jelas yang pasti penggunaan tanah ini tidak bisa diganggu gugat sudah ada ketetapan, bahwa RRI yang memiliki di srondol" ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor ATR / BPN Kota Semarang Sigit Rachmawan Adhi mengatakan, asset milik pemerintah baik di daerah maupun di pusat yang memiliki kekuatan hukum harus di legalkan dengan menerbitkan sertifikat agar dalam penggunaanya lebih maksimal.

"Iya karena salah satu bukti, bahwa aset itu sudah punya kekuatan secara hukum harus di legalisasi. Kalau udah legalkan udah clean and clear" jelasnya.

Adapun dalam Peringatan Hantaru ke 60 tahun di Semarang dilakukan secara virtual yang diikuti pejabat structural dan dilanjutkan dengan memberikan sertifikat wakaf kepada Masjid Agung Semarang dan ssimbolis kepada salah satu pemohon yang sertifikatnya telah jadi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00