Alvin Protes Dapat Kuota, Dede Pertanyakan Dapodik

KBRN, Jakarta: Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi menangapi protes Anggota Ombudsman RI, Alvin Lie lantaran mendapatkan bantuan kuota internet untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Dede menyatakan, Kemendikbud tidak serta merta memberikan bantuan kuota internet jika nomor tersebut tidak didaftarkan sebagai siswa.

"Apakah nomer dia didaftarkan sebagai siswa? Jika iya. Maka otomatis masuk data Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Karena bantuan menggunakan data yang tertera di sekolah/kampus," kata Dede Yusuf pada rri.co.id, Selasa (22/9/2020).

Dede menduga, ada kesalahan Dapodik, sebab data penerima bantuan khusus bagi para pelajar untuk menunjang penerapan pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi COVID-19 terlalu banyak.

"Data Dapodik baik existing maupun tambahan siswa yang kemarin gunakan hape untuk belajar pasti jumlahnya puluhan juta. Dan sangat mungkin tidak semua terpilah dengan baik," kata politikus Demokrat ini.

Seperti diketahui, aturan pemberian kuota gratis ditetapkan dalam Surat Edaran Nomor 8202/C/PD/2020 tentang Program Pemberian Kuota Internet bagi Peserta Didik.

Surat tersebut meminta pihak sekolah melengkapi data siswa, sehingga pemberian kuota internet untuk proses belajar bisa berjalan dengan baik.

Sebelumnya diberitakan di RRI, Anggota Ombudsman RI, Alvin Lie mengaku mendapatkan bantuan kuota internet untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Hal itu diungkapkan oleh Alvin dalam akun Twitter pribadinya, @alvinelie21 belum lama ini. Dalam cuitannya, selain akun Twitter resmi Kemendikbud RI, Alvin juga me-mention Mendikbud Nadiem Makarim, serta Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Achsanul Qosasi.

"Yth @Kemendikbud_RI @nadiemmakarim. Saya bukan pelajar/ guru/ dosen yg berhak mendapat Kuota Internet. Dini hari tadi jam 01:19 WIB masuk SMS notifikasi dari @Telkomsel bahwa Kuota Internet Pendidikan bantuan Kemendikbud telah aktif. Mohon perhatian @bpkri @AchsanulQosasi," ungkap Alvin, Selasa (22/9/2020).

Pantauan rri.co.id, cuitan Alvin tersebut langsung diklarifikasi oleh akun  @Kemendikbud_RI.

Dijelaskan bahwa kuota tersebut diterima Alvin karena status dia sebagai mahasiswa S3 di Universitas Diponegoro.

"Yth Bapak Alvin Lie.Terima kasih atas konfirmasi Bpk bhw Bpk tlh mendptkan bantuan kuota internet dr pmerintah.Saat ini berdasarkan data di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti),Bpk tercatat sbg mahasiswa S3 di Universitas Diponegoro.Kuota tsb Bpk terima sbg mahasiswa," tulis @Kemendikbud_RI.

(Ilustrasi/Foto: Istimewa).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00