Selain Ahok, Berikut Deretan Komisaris Pertamina Sebelumnya

Ahok

KBRN, Jakarta: Mantan Gubernur DKI Jakarta, yang saat ini menjabat menjadi Komisaris Pertamina Basuki Tjahja Purnama atau biasa di sapa Ahok, diminta mundur atau bahkan dicopot dari jabatan oleh anggota DPR-RI Komisi VI Andre Rosiade.

Diketahui sebelumnya bahwa Ahok ditunjuk oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk menduduki posisi penting dalam PT Pertamina (Persero), yaitu sebagai Komisaris Utama. Namun, penunjukkan terhadap dirinya memang sempat menuai kontroversi dan pro kontra dengan berbagai alasan seperti kompetensi dan lainnya.

Setelah dilantik pada November 2019 lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sendiri sempat mengaku puas dengan kinerja jajaran direksi dan komisaris Pertamina dalam tiga bulan terakhir. 

Baca Juga: Ahok: Direksi Pertamina Otaknya Pinjem Duit Terus

Posisi Dirut Pertamina kerap kali berganti, bahkan sebelum masa jabatannya habis. Pergantian posisi strategis tersebut dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan disetujui para pemegang saham dalam hal ini Menteri BUMN.

Lalu sebenarnya siapa sajakah deretan Komisasris Utama PT Pertamina, yang tidak kalah memuaskan hasil kinerjanya seperi Ahok? Berikut adalah deretan Komisaris Utama PT Pertamina sebelum Ahok, yang berhasil RRi rangkum dari beberapa sumber, diantaranya:

1. Endriartono Sutarto 

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto dilantik menjadi Komisaris Utama PT Pertamina menggantikan Mariono yang baru menjabat pada 31 Januari 2006. Endriartono menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina saat Kementerian BUMN dipimpin Sugiharto. 

Ia diangkat melalui Surat Keputusan Menneg BUMN Nomor KEP-122/MBU/2006 pada 7 Desember 2006. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke-22. Selain itu, pada pemerintahan Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono, ia pun pernah menjabat sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia ke-14, yaitu pada tahun 2002 hingga 2006.

2. Sutanto

Mantan Kapolri Jenderal Polisi Sutanto ditunjuk sebagai Komisaris Utama Pertamina menggantikan Endriartono Sutarto. Ia lahir di Comal, Pemalang, Jawa Tengah pada 30 September 1950. Ia menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina dalam waktu yang singkat, yaitu dari Januari hingga Oktober 2009.

Sutanto menyelesaikan pendidikan di Akabri Kepolisian sebagai lulusan terbaik pada tahun 1973. Kemudian, dilanjutkan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 1983. Sebelum menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina, ia pernah menjabat sebagai Kapolri. 

Setelah digantikan oleh Sugiharto sebagai Komisaris Utama Pertamina, Sutanto pun kemudian menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara.

3. Sugiharto

Mantan Menteri BUMN Sugiharto dilantik sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) menggantikan Jenderal Pol (Purn) Sutanto yang menjabat sebagi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) di tahun 2010. Sugiharto lahir di Medan, 29 April 1955. Ia memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) dari Universitas Amsterdam, Belanda pada tahun 1997.

Sebelum menjadi Komut PT Pertamina, ia juga telah berkecimpung di dalam industri minyak dan gas bumi nasional. Sugiharto tercatat pernah menjadi Direktur Keuangan dan Administrasi PT Medco Energy International Tbk. Sebelumnya, ia juga pernah bekerja di institusi keuangan Chemical Bank and Bankers Trust Company, New York.

4. Tanri Abeng

Masa jabatan Tanri Abeng resmi digantikan oleh Basuki Tjahja Purnama mulai 25 November 2019 lalu. Tanri Abeng lahir tanggal 7 Maret 1942, berdomisili di Jakarta, Indonesia. Tanri ditunjuk pertama kali sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) sejak tanggal 6 Mei 2015.

Ia ditunjuk berdasarkan Keputusan Menteri BUMN selaku Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (Persero) No. SK-60/MBU/05/2015 tanggal 6 Mei 2015 dan ditetapkan sebagai Komisaris Independen merangkap Komisaris Utama sejak 14 November 2016 berdasarkan Keputusan Menteri BUMN selaku RUPS PT Pertamina (Persero) No. SK-254/MBU/11/2016 tanggal 14 November 2016.

Tanri menempuh pendidikan di State University of New York di bidang Business Administration, menyelesaikan Advanced Management Program di Claremont Graduate School (USA). Kemudian, ia memperoleh gelar doktor di Universitas Gadjah Mada (2010).

Sebelumnya, Tanri Abeng pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pendayagunaan BUMN yang pertama pada tahun 1998. Kemudian, ia juga pernah menjabat sebaga anggota Dewan Pemantapan Ketahanan Ekonomi dan Keuangan, memegang posisi eksekutif puncak di Indonesia untuk Union Carbide (USA), Heineken (Belanda), Bakrie & Brothers.

Selain itu, ia juga memegang posisi non eksekutif di perusahaan lain termasuk BAT (Inggris), BATA (Kanada) dan Asia Pacific Breweries (Singapore). Tanri juga merupakan Anggota MPR-RI (1990 – 1998), Komisaris PT Telkom, Penerbit Globe Asia, Presiden Komisaris PT Alcatel-Lucent Indonesia, anggota Dewan Komisaris Lippo Karawaci dan Pendiri Tanri Abeng University.

Sebagai info salah satu tugas yang dilakukan Ahok sebagai Komisaris Pertamina saat ini adalah melakukan pengawasan dan memberikan arahan kepada direksi Pertamina dalam menjalankan kepengurusan perusahaan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00