Pengguna KRL Belum Mengetahui Pelarangan Masker Scuba

ANTARA FOTO - Arif Firmansyah

KBRN, Jakarta: Penggunaan masker scuba di dalam gerbong KRL sampai saat ini masih digunakan oleh penumpang. 

Pantauan RRI pada Rabu (16/9/2020), terlihat masih banyak terlihat penumpang yang menggunakan masker scuba. Padahal, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat naik kereta terutama melarang penggunaan masker scuba.

Salah satu penggunama bernasa Iza (26) mengaku belum mengetahui peraturan yang diimbau KCI tersebut. Di sisi lain ia mengaku bahwa dirinya lebih nyaman jika memakai masker scuba.

"Memang masker scuba tipis, tapi nyaman nggak buat sesak nafas," katanya ketika ditemui di stasiun Jurangmangu pada Rabu.

Ia sendiri mengaku tidak masalah jika ada pelarangan masker scuba di dalam kereta. Baginya, mungkin KCI ingin membantu pemerintah untuk menekan penyebaran corona.

"Ya, nggak apa sih kalau nggak boleh toh semuanya juga kan melakukan yang terbaik. Saya sendiri juga sebenernya belum tau kalaua da pelarangan scuba," katanya.

Selain Iza, Sara (30) juga mengaku tidak masalah dengan pelarangan masker scuba di dalam gerbong kereta. Baginya, protokol kesehatan tetap menjadi yang utama saat pandemi seperti ini.

"Apapun peraturannya pasti semua mengikuti, asal ya peraturannya jelas dan tegas aja. Kan sama-sama lagi menekan angka corona juga, jadi semua harus patuh," ucapnya.

Sebelumnya, VP Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Anne Purba mengatakan salah satu upaya penerapan protokol kesehatan yang ketat saat naik KRL yaitu dengan menggunakan masker.

"Gunakan setidaknya masker kain yang terdiri dari minimal dua lapisan. Hindari penggunaan jenis scuba maupun hanya menggunakan buff atau kain untuk menutupi mulut dan hidung," katanya, dikutip Selasa (15/9/2020).

Hal ini terangnya, karena penggunaa masker scuba, buff, dan kain saja tidak cukup dalam menutupi hidung dan mulut secara sempurna. KCI mengajak pengguna senantiasa memakai masker dengan benar yaitu menutupi hidung dan mulut secara sempurna.

"Untuk kesehatan bersama, sangat dianjurkan menggunakan masker yang efektivitasnya mencukupi dalam mengurangi droplet atau cairan," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00