Mengenal Sosok H. Mutahar Pencipta Lagu Merdeka

H. Mutahar (Dok: Istimewa)

KBRN, Jakarta: Lagu "Hari Merdeka" kerap dinyanyikan pada perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Lagu perjuangan itu diciptakan oleh H. Mutahar. 

Menurut Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, H. Mutahar yang bernama asli Al Habib Muhammad bin Husein al Mutahar seorang habib yang merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW. 

"Beliau menciptakan lagu ini tapi pernahkah diingat bahwa ini ciptaan habib?" kata Hidayat dalam rekaman video yang diunggah akun Instagram Partai Keadilan Sejahtera, Minggu (16/8/2020). 

Bahkan menurut Hidayat, H. Mutahar juga pencipta lagu Syukur yang diciptakan sebelum Indonesia merdeka dan dipopulerkan pada Januari 1945. "Jadi beliau dengan bashiroh seorang habib, dia merasakan Indonesia pasti akan merdeka. Beliau mendahului dengan lagu Syukur," jelasnya. 

"Bahwa Indonesia ini korelasinnya dengan para habaib dan ulama ini sangat kuat bahkan merekalah yang membuka supaya ketika umat Islam menerima Indonesia merdeka itu, itu diterima dengan perasaan yang begitu sangat mendalam, syukur pada Allah luar biasa," terangnya.  

Dikutip dari ensiklopedi bebas Wikipedia, H Mutahar memiliki nama lengkap Muhammad Husein bin Salim bin Ahmad bin Salim bin Ahmad al-Muthahar atau yang lebih dikenal dengan nama H. Mutahar.

Dia lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 5 Agustus 1916. Lalu meninggal dunia di Jakarta, pada 9 Juni 2004 pada umur 87 tahun.

H Mutahar adalah seorang komponis musik Indonesia, terutama untuk kategori lagu kebangsaan dan anak-anak. Banyak lagu ciptaanya yang menempel di benak anak-anak sekolah, karena mudah dihapal dan mengibarkan semangat berjuang dan penuh nilai-nilai kebaikan.

Lagu ciptaannya yang populer adalah hymne Syukur (diperkenalkan Januari 1945) dan mars Hari Merdeka (1946).

Karya terakhirnya, Dirgahayu Indonesiaku, menjadi lagu resmi ulang tahun ke-50 Kemerdekaan Indonesia. Lagu anak-anak ciptaannya, antara lain: "Gembira", "Tepuk Tangan Silang-silang", "Mari Tepuk", "Slamatlah", "Jangan Putus Asa", "Saat Berpisah", dan "Hymne Pramuka".

H Mutahar ternyata seorang yang aktif di kegiatan kepanduan.

Saat gerakan kepanduan dilebur menjadi Gerakan Pramuka, H Mutahar juga ikut aktif di dalamnya.

H Mutahar juga tercatat sebagai tokoh yang turut membidani lahirnya Pasukan Pengibar bendera Pusaka (Paskibraka).

Paskibraka adalah tim yang beranggotakan para pelajar dari berbagai belahan daerah di Indonesia.

Tim ini akan mengibarkan bendera pusaka saat hari peringatan kemerdekaan RI. H Mutahar juga tercatat pernah terlibat dalam 'pertempuran lima hari' di Semarang.

Pertempuran itu adalah pertempuran rakyat Indonesia melawan tentara Jepang pada masa peralihan kekuasaan setelah Belanda memerintah di Indonesia. Peristiwa itu terjadi pada 15 Oktober 1945 hingga 20 Oktober 1945.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar