Jalur Lintas Nasional Nagan Raya Rawan Amblas

Ruas jalan SP. Uning-Genting Gerbang-Pameu dan Genting Gerbang batas Nagan Raya, yang butuh perhatian dan perbaikan (Dok. Istimewa)

KBRN, Takengon: Ruas jalan SP. Uning-Genting Gerbang-Pameu dan Genting Gerbang batas Nagan Raya butuh perhatian serius.

Di sejumlah titik kerap ditemukan badan jalan yang amblas. Kondisi itu mengakibatkan penyempitan badan jalan hingga rawan kecelakaan.

Jalan nasional tersebut seperti di ruas Genting Gerbang perbatasan Nagan Raya kerap menjali lintasan mobil penumpang jenis L-300 tujuan Takengon – Aceh Barat.

Reje atau Kepala Desa Jerata, Kecamatan Silih Nara, T. Hasan Saleh kepada RRI mengakui, banyak bagian jalan yang amblas di lintas jalan nasional itu.

Kendati masih dapat dilewati pengguna jalan, kata dia, namun kondisi tersebut tetap rawan kecelakaan.

Kondisi itu, kata Reje, telah berlangsung lama, dan semakin parah jika ditambah turunnya hujan.

Jika hujan turun, konstruksi tanah menjadi gembur hingga terjadilah longsor.

“Kalau (jalan) yang amblas itu memang harus diturap permanen,” kata Rejhe kepada RRI, Sabtu (15/8/2020).

Hal senada disampaikan Reje Kampung Lut Jaya, Kecamatan Rusip Antara, Abdul Rahman.

Ia berharap agar pemerintah pusat segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan sebelum jatuh korban.  

Camat Rusip Antara, Iskandar, mengaku, sejumlah badan jalan yang amblas itu telah ditangani dengan menimbun tanah dan pemasangan cerucuk.

Begitu pun katanya, penanganan itu bersifat sementara. Kala musim penghujan tiba, tanah timbunan itu kembali turun (longsor).

“Itu statusnya jalan nasional. Upaya kita terus berkoordinasi dengan penanggung jawab untuk diperbaiki,” kata Camat.

PPK 1.5 Wilayah Aceh, T. Zulhadi, tak menampik bahwa memang banyak badan jalan di bawah tanggung jawabnya amblas.

Ia mengaku menampung aspirasi masyarakat untuk diusulkan anggaran perbaikan secara permanen kepada pemerintah pusat.

“Itu sudah lama memang tidak ada perbaikan permanen. Nanti kita upayakan,” katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00