Dampak Covid-19, Stok Darah di PMI Menipis

Kantong Darah/ Antara

KBRN, Madiun: Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Madiun kekurangan stok darah. Bahkan stok yang ada saat ini terbilang menipis pada masa pandemi Covid-19 ini.

Kepala Bidang Pelayanan UTD PMI Kota Madiun, Dwi Santoso mengatakan, stok darah A saat ini hanya 18 kantong, B 11 kantong, O ada 40 kantong dan AB nihil (nol). Stok itu diperkirakan hanya cukup hingga empat hari ke depan.

Dwi menyatakan, minimnya stok darah di PMI kemungkinan dampak pandemi covid-19. Sehingga membuat pendonor ragu mendonorkan darahnya karena takut terpapar covid-19.

"Kita menghimbau kepada masyarakat untuk donor darah walaupun kondisinya ada covid-19. Tapi kita tetap menerapkan protokol kesehatan. Kita siap menerima semua golongan darahnya, kalau memang dibutuhkan mendatangi komunitas, kami siap," terangnya, Jumat (7/8/2020).

Menindaklanjuti menipisnya stok darah, selain memberikan imbauan, petugas PMI melakukan kerjasama dengan sejumlah instansi. Termasuk meminta kelurahan siaga untuk berperan aktif menyarankan warganya untuk berdonor.

"Kalau permintaan darah stabil, tapi pendonornya yang turun. Kita tetap berupaya koordinasi dengan PMI sekitar untuk membantu mencukupi stok mana yang sekiranya kurang," imbuhnya.

Dwi menegaskan, menurunnya jumlah pendonor terjadi sejak pandemi covid-19 pada Maret lalu. Bahkan penurunanya sampai 70 persen. Jika hari normal rata-rata ada 50 pendonor, sedangkan masa pandemi ini hanya 10-20 orang per hari. Meski begitu, Dwi memastikan donor darah di masa pandemi tetap aman.

"Kami tetap melaksanakan protokol kesehatan sesuai SOP yang berlaku," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00