Tren berkebun, Ternyata Ini Manfaat dan Tipsnya!

Ilustrasi berkebun (Foto: Istimewa)

KBRN, Jakarta: Menghilangkan kebosanan sekaligus mengembangkan hobi baru di masa pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya anda dapat melakukan kegiatan berkebun. Selain dapat mengatasi kebosanan, anda juga dapat merasakan segudang manfaat dari hobi yang sehat ini.

Tak hanya sekadar hobi, budidaya berkebun ternyata dapatmendatangkan banyak manfaat, salah satunya adalah kemandirian pangan.

World Health Organization (WHO) menyebut banyak manfaat kesehatan berkebun di luar ruangan. Salah satu dari hobi terbaru ini adalah mencegah penyakit kronis dan banyak lagi. Berikut manfaat jika anda hobi berkebun:

1. Baik untuk kesehatan 

Saat anda berada di taman, maka kegiatan yang dilakukan dapat membakar kalori. Inilah yang kemudian dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

2. Mengurangi stres

Sebuah penelitian di Belanda menyebut berkebun selama 30 menit dapat menghasilkan kadar kortisol yang rendah. Merasa bosan dan punya hari yang sulit? Berkebunlah untuk melelehkan stres. 

3. Tidur lebih nyenyak

Penelitian University of Pennsylvania menunjukkan bahwa aktivitas ringan yang terkait dengan berkebun dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak di malam hari. Tidur sangat penting untuk kesehatan yang baik, berkebun tentu adalah manfaat yang tidak boleh Anda abaikan. 

4. Manfaat kesehatan pada tangan 

Menggali, menanam, menarik tanaman adalah kegiatan yang dilakukan saat berkebun. Itu semua sangat bagus untuk menjaga tangan dan jari Anda kuat. 

5. Berhemat

Berkebun akan membuat pemiliknya berhemat lebih banyak uang karena menanam tanaman sendiri. Anda bisa menyiasatinya dengan memilih tanaman sayuran atau yang sering dikonsumsi. 

Untuk itulah aktivitas berkebun atau budidaya sayuran menjadi hal yang penting. Berikut beberapa hal penting agar sayuran bisa berhasil dipanen:

1. Pupuk yang Digunakan

Pupuk yang disarankan untuk budidaya sayuran adalah pupuk organik, terlebih khusus lagi pupuk kandang. Pupuk kandang yang baik digunakan adalah dari kandang ayam, kemudian diikuti kandang kambing atau kandang sapi.

Jadi, budidaya sayuran yang disarankan itu lebih mengarah ke pertanian organik dengan menggunakan pupuk kompos atau kandang dan menghindari penggunaan pestisida.

2. Model Penanaman

Aktivitas budidaya sayuran bisa dilakukan baik di desa maupun kota. Namun karena semakin terbatasnya air dan lahan kosong di wilayah perkotaan, maka penanaman dilakukan dengan menggunakan pot, baik itu pot plastik, kaleng bekas, poly bag, dan juga planter bag.

3. Penggunaan Media Tanam

Media tanam yang digunakan menyesuaikan dengan sayuran yang hendak ditanam. Bagi yang ingin menanam sayuran kecil seperti daun bawang, sawi, dan seledri, media tanamnya bisa menggunakan pipa peralon atau bambu.

Sementara itu persemaian benih untuk media tanaman tunggal bisa disemai dulu bibitnya satu per satu. Jika menggunakan media yang agak besar, benih yang disemai bisa lebih dari satu namun harus diberi jarak.

4. Rutin disiram

Setelah disemai, langkah selanjutnya adalah menutup tanaman dengan kain basah selama satu sampai dua malam. Bibit akan tumbuh dalam waktu tiga minggu. Setelah itu, bibit dipindahkan ke media tanam yang baru.

Agar bisa tumbuh dengan baik, tanaman harus ditaruh di lokasi yang teduh selama satu sampai dua hari. Setelah itu barulah tanaman disiram sebanyak 1-2 kali dalam sehari.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00