Definisi Airborne Corona dan Cara Ampuh Menghindarinya

Ilustrasi airborne (Foto: Wikipedia)

KBRN, Jakarta: Sejak dimulainya pandemi corona, para ilmuwan saat ini terus berlomba untuk memahami bagaimana virus corona menyebar.

Beberapa hari lalu, para ahli sepakat bahwa virus yang menyebabkan covid-19 dapat menyebar melalui kontak langsung dan droplet yang dihasilkan dari batuk atau bersin. Namun baru-baru ini, para ilmuwan menunjukkan bahwa virus tersebut juga dapat menyebar melalui transmisi udara (airborne), bertahan di udara selama berjam-jam dalam bentuk "mikrodroplet".

Surat terbuka yang berasal dari 239 ilmuwan menganggap WHO meremehkan penyebaran melalui airborne. 

"Kita harus memperhatikan semua jalur transmisi untuk membuat kemajuan," ujar William Nazaroff, penulis surat dan Profesor Emeritus Teknik Sipil dan Lingkungan di University of California Berkeley, kepada Live Science.

Apa itu transmisi COVID-19 melalui udara atau airborne?

“Seringkali, istilah 'airborne' menimbulkan kepanikan karena orang membayangkan  virus ini dapat berkeliaran dimanapun.

"Kekhawatiran terbesar adalah ketika Anda dekat dengan orang yang kebetulan terinfeksi, kemudian mereka berbicara, terutama jika Anda berada di dalam ruangan karena virus dapat menumpuk di udara," kata Linsey Marr, seorang profesor di Virginia Tech seperti dilansir dari Fox6now pada Kamis (9/7/2020).

Marr sendiri merupakan ilmuwan yang termasuk dari 239 orang dari berbagai bidang yang baru-baru ini berkontribusi pada surat terbuka yang menyerukan Organisasi Kesehatan Dunia untuk mengakui bahwa corona dapat menyebar di udara dan mendesak WHO untuk memperbarui panduan resmi tentang masalah tersebut.

Para ilmuwan menulis bahwa penelitian teresebut telah menunjukkan sedikitpun keraguan, menurut penelitian virus dapat dilepaskan selama pernafasan, berbicara dan batuk dalam mikro-tetesan cukup kecil untuk tetap berada di udara.

Tetesan mikro ini, atau aerosol, mengandung lebih sedikit virus daripada tetesan besar ketika seseorang batuk atau bersin. Tetapi karena mereka lebih ringan, mereka juga dapat bertahan lama di udara untuk waktu yang lama, mungkin hingga dua jam di area terbatas yang tidak berventilasi baik.

Dalam surat itu, para ilmuwan mengatakan bukti menunjukkan bahwa tetesan kecil menimbulkan risiko terpapar pada jarak di atas 1 hingga 2 meter (3 hingga 6,5 ‚Äč‚Äčkaki) dari orang yang terinfeksi. Mereka juga mengutip penelitian tentang restoran yang berventilasi buruk di Guangzhou, Cina, dan praktik paduan suara di negara bagian Washington, yang masing-masing meningkatkan kemungkinan infeksi dari tetesan udara.

Lalu, bagaimana cara melindungi diri dari virus yang dapat berlama-lama di udara?

Pertama-tama, para pejabat kesehatan merekomendasikan ketiga cara yakni dengan hindari keramaian, hindari ruang tertutup dengan ventilasi yang buruk dan hindari kontak dekat, termasuk percakapan jarak dekat.

Bimbingan kesehatan resmi dari CDC menyatakan bahwa setiap orang juga harus mengenakan masker di tempat umum atau publik, terutama ketika langkah-langkah jarak sosial lainnya sulit dipertahankan.

Namun, Marr mengatakan bahwa seperti naik lift yang ramai tidak terlalu berisiko dibandingkan jika Anda duduk di bar untuk waktu yang lebih lama.

"Kami pikir perlu sedikit waktu untuk risiko membangun ke tingkat di mana Anda harus khawatir tentang penularan penyakit, jadi hanya untuk beberapa menit mungkin tidak menjadi masalah," kata Marr. 

"Tetapi jika Anda berada di ruang tertutup yang padat dengan ventilasi yang buruk dan orang-orang tidak mengenakan masker, maka sekitar 15 hingga 30 menit bisa menjadi masalah," sambungnya.

Bagaimana membuat tempat kerja, sekolah, pesawat terbang dan lingkungan publik lainnya lebih aman?

Marr, yang adalah profesor teknik sipil dan lingkungan di Virginia Tech, mengatakan ada cara untuk membuat suatu tempat di dalam ruangan lebih aman yaitu dengan mulai dengan membuka jendela dan pintu.

Bangunan di publik seperti lingkungan tempat kerja, sekolah, rumah sakit, dan panti jompo harus mempertimbangkan untuk menambahkan "ventilasi yang cukup dan efektif" yang membawa udara bersih, udara terbuka dan meminimalkan sirkulasi udara, serta penambahan lampu ultraviolet yang dapat membunuh virus di udara.

"Hal-hal lain yang dapat Anda lakukan adalah menjauhkan orang dari jarak jauh, mungkin mengubah waktu kerja mereka sehingga Anda memiliki lebih sedikit orang di kantor pada saat yang sama," saran Marr. 

Di tengah dorongan untuk membuka kembali sekolah dan perguruan tinggi di musim gugur, Marr mengatakan beberapa saran yang dapat diterapkan oleh beberapa pihak.

"Mereka lebih dibatasi sumber daya, tetapi hal-hal sederhana seperti membuka jendela dan pintu jika memungkinkan, maka akan terlihat berguna. Keluarkan anak-anak dari ruang kelas setiap satu atau dua jam untuk memungkinkan virus yang mungkin ada di udara menghilang dan dikeluarkan saat udara luar masuk. Jarak jauh dan masker sangat penting juga dalam situasi itu," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00