Jangan Panik, Begini Atasi Trauma Pasca Gempa

Ilustrasi gempa buma (Foto: Istimewa)

KBRN, Jakarta: Kemarin siang Jakarta kembali dikagetkan dengan beredarnya berita tentang gempa yang terjadi di Rangkasbitung, Banten, dengan kekuatan magnitudo 5,4. Walaupun banyak yang mengatakan bahwa hal tersebut tidak dirasakan oleh dirinya, tetapi kebanyak orang Jakarta sadar akan gempa tersebut.

Bagi mereka yang merasakan guncangannya, Gempa tersebut bisa menyebabkan kepanikan, kecemasan, bahkan berujung pada trauma, jika guncangan yang terjadi amat besar. Lantas, bagaimana cara mengatasi kepanikan tersebut? Namun, siapa sangka jika ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kepanikan dan trauma pascagempa tersebut. Apa sajakah itu? Berikut ini tips yang dapat kalian terapkan pada diri anda jika anda merasa ketakutan setelah gempa.

1. Atur pernapasan

Ketika terjadi gempa, Anda dapat mengatur pernapasan dengan memejamkan mata dan tarik napas perlahan sedalam-dalamnya. Sebaiknya, gunakan pernapasan difragma pada saat melakukan teknik pernapasan ini. Setelah itu, keluarkan melalui mulut perlahan dan rasakan sensasi relaksasi dari pernapasan ini. Gunakan pernapasan ini selama 10-12 kali.

2. Ceritakan kepanikan Anda

Tekanan gempa akan membuat Anda merasa panik. Sebaiknya, jangan pendam sendiri. Ceritakan pada rekan atau sanak keluarga Anda. Dengan begitu, kepanikan yang berpotensi membuat trauma akibat gempa akan teratasi.

3. Latihan fisik

Kabar gembira bagi Anda yang kerap melakukan latihan fisik. Pasalnya, ketika gempa, Anda harus mencari tempat yang aman untuk berlindung. Hal ini membutuhkan latihan fisik yang baik, agar saat terjadi guncangan, Anda tetap dapat menjaga keseimbangan tubuh. Sebaiknya, lakukan latihan ini secara rutin.

4. Tidur nyenyak

Setelah gempa, kebanyakan orang masih merasakan guncangan. Padahal, gempa sudah tidak ada lagi. Cobalah untuk pergi tidur. Lakukan aktivitas jika Anda tak kunjung dapat beristirahat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00