Viral Pegawainya Intip Wanita, Starbucks Tetap Beroperasi

KBRN,  Jakarta: Video rekaman Closed Circuit Television (CCTV) berdurasi 13 detik yang menggambarkan aksi merekam berbau pornografi di sebuah gerai kopi kawasan Sunter Mal, Tanjung Priok,  Jakarta Utara viral di media sosial. 

Video tersebut salah satunya diunggah oleh akun twitter bernama LisaAbet yang disebar pada 1 Juli 2020 kemarin. 

"Liat instastory temen yg kerja di St*rb*cks kok serem banget sih anjg!Gini ya emang kerjaan orang back office? Creepy banget woy takutt,"  tulis akun LisaAbet. 

Rekaman tersebut memperlihatkan detik-detik aksi dua pelayan gerai kopi memperlihatkan seorang wanita yang sedang duduk di gerai kopi kawasan Sunter Mal.

Ironisnya pelaku tersebut malah memperbesar bagian dada dari wanita yang sedang duduk di gerai kopi tersebut. 

Namun dari pantauan RRI, gerai kopi starbucks yang terletak di Sunter Mal ini masih beroperasi.  Dan belum ada penyidikan lebih lanjut dari aparat kepolisian. Aktifitas di dalam gerai kopi tersebut masih berjalan normal. 

Diketahui, kejadian tersebut sampai saat ini masih dipenuhi oleh netizen yang mengomentari video tersebut. Banyak dari netizen tersebut melontarkan hujatan atas apa yang dilakukan oleh pegawai tersebut.

Karena pegawai dari Starbucks tersebut memainkan CCTV dan mencari salah seorang tamu. Hingga pada akhirnya, pegawai tersebut memperbesar gambarnya pada area tertentu.

Tidak berhenti disitu saja, teman dari pegawai yang memainkan CCTV tersebut pun merekam aksinya tersebut dan mengunggahnya ke InstaStory pribadinya.

Viralnya video tersebut, ternyata langsung ditanggapi oleh akun Twitter Starbucks. Pihaknya pun meminta maaf atas peristiwa tersebut dan akan menginvestigasi serta menindak tegas karyawan yang bersangkutan.

“Mohon maaf atas peristiwa yang terjadi dan beredar di media sosial. Saat ini kami telah menginvestigasi dan menindak tegas karyawan yang bersangkutan. Sekali lagi kami mohon maaf dan kami akan memastikan agar kejadian ini tidak terulang kembali,” tulis @SbuxIndonesia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00