Survei Disebut Palsu, Indo Barometer Membenarkan

Istimewa.jpg

KBRN, Jakarta: Hasil survei calon kepala daerah (Cakada) Kabupaten Morowali Utara (Morut) yang dilakukan oleh Indo Barometer diduga telah dipalsukan. Pihak Indo Barometer pun membenarkan. 

Dugaan itu disampaikan oleh pegiat Yayasan Advokasi Masyarakat Sipil (YAMS) Moh. Hasan Ahmad. Dia menduga survey dengan periode Maret - April 2020 itu manipulatif atau palsu, karena dilaksanakan pada masa pandemi COVID-19.

"Sebagai warga Morowali Utara saya sangat menyayangkan adanya hasil survey beredar, apalagi survey tersebut tercatat dilaksanakan pada bulan Maret-April 2020. Dimana sangat masih ketatnya protokol kesehatan," ujar Hasan melalui keterangan tertulisnya kepada media, Kamis (2/7/2020).

Padahal menurut dia, selama persiapan tatanan kehidupan baru atau new normal ini, sejumlah Parpol di daerah lain baru akan melaksanakan survey pemenangan cakada setelah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir dan aktivitas disuatu wilayah berjalan normal. Waktunya yakni sekitar akhir bulan Juli hingga pertengahan Agustus nanti.

Hasil survey dari Indo Barometer diduga telah dipalsukan karena tertulis pada rilis survey tersebut tanggal 27 Maret sampai 02 April 2020. Padahal masyarakat Morut mengakui pernah menjadi sample responden tahun lalu berkisar tanggal 25 sampai 30 November 2019.

"Semakin janggal setelah mengamati hasil survey palsu tersebut, apalagi yang diuntungkan dalam rilis "Indo Barometer" yang menurut saya palsu itu adalah pemangku kepentingan yang akan berlaga di Pilkada Desember 2020 nanti," tegasnya.

Dikonfirmasi tentang itu, Pratomo J dari Indo Barometer menjelaskan, survei teranyar yang mereka lakukan di Kabupaten Morut hanyalah pada tanggal 25 sampai dengan 30 November 2019 lalu.

"Sementara untuk survei 27 Maret sampai dengan  02 April 2020, kami tidak pernah melakukannya.   Oleh karenanya, dapat dipastikan bahwa laporan 27 maret sampai dengan 02 April 2020 adalah laporan palsu," demikian tegas Pratomo.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00