Dari Ganjil Genap, Jadi Setengah Pengunjung

ANTARA FOTO/Didik Suhartono/hp.

KBRN, Jakarta: Pasar tradisional dan Kereta Rel listrik (KRL) menjadi fokus perhatian selama perpanjangan dua pekan Pembatasan PSBB transisi di Jakarta.

Terbaru dengan menghapuskan kebijakan ganjil-genap kios pasar tradisional yang dirubah menjadi pembatasan 50 persen pengunjung.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, hasil evaluasi didapati kebijakan ganjil genap tidak efektif mengurangi kerumunan, justru berisiko meningkatkan penularan Covid-19. 

Menurut Anies yang terjadi selama ganjil genap, para pedagang saat kios tutup menitipkan barang dagangannya ke pemilik kios yang buka. 

"Faktanya hari ganjil, penjual genap menitip penjual ke yang ganjil. Jadi lebih penting kita mengendalikan jumlah orang masuknya daripada kendalikan di dalamnya," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2020).

Dalam mengontrol pengunjung, setiap pasar juga dijaga ketat personel TNI, Polisi dan ASN Pemprov DKI. Kapasitas pengunjung maksimal 50 persen dari jumlah normal. 

"Hanya ada satu pintu masuk. Tujuannya supaya kedatangan jumlah pengunjung di pasar bisa dikendalikan. Jam operasional pasar juga dikembalikan normal," kata Anies.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui ada dua area yang kerap kali jadi tempat penularan Covid-19. Keduanya yaitu pasar dan transportasi massal KRL.

Selama satu bulan periode PSBB masa transisi, Anies menyebut ada 19 pasar yang sempat ditutup karena didapati pedagangnya positif Covid-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00