BIN Sekarang Punya Akun Medsos Resmi

Petugas menggunakan helm deteksi suhu tubuh saat rapid test massal di CIbinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar tes diagnostik cepat (rapid rest) massal gratis kepada warga (Ant/Yulius Satria Wijaya)

KBRN, Jakarta: Media sosial (medsos) saat ini telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. 

Kecepatan, kepraktisan, dan berbagai kemudahan lainnya menjadi magnet yang menarik banyak orang untuk terus menggunakan media sosial. 

Bahkan, media sosial tidak hanya menjadi ruang interaksi antar penggunanya, namun juga menjadi rujukan informasi bagi masyarakat luas. 

Saat ini, penggunaan media sosial pun terus menunjukkan tren kenaikan. Apalagi, selama masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan riset dari konsultan Kantor, media sosial seperti WhatsApp dan Instagram melonjak hingga 40% di seluruh dunia. 

Kenaikan ini disebabkan banyaknya orang yang menggunakan media sosial untuk berkomunikasi karena ada karantina wilayah guna mencegah penularan Covid-19.

Deputi-VII Bidang Komunikasi dan Informasi BIN, Wawan Hari Purwanto (Dok. Istimewa)

Fenomena ini menjadi cermin adanya ketergantungan masyarakat dengan medsos.

Lonjakan penggunaan media sosial, pada satu sisi memang merubah pola komunikasi menjadi semakin intens dan cepat.

Namun di sisi lain, media sosial telah menimbulkan sejumlah persoalan seperti sarana propaganda paham radikal, penyebaran konten pornografi, kabar bohong, ujaran kebencian.

Sehingga, muncul akun medsos palsu yang mengatasnamakan institusi negara.

Akibatnya, masyarakat rentan terpapar informasi keliru, yang kemudian berpotensi menimbulkan kesalahpahaman yang dapat berujung konflik.

Merespon tantangan tersebut, Badan Intelijen Negara (BIN) memandang perlu untuk meluaskan kehadirannya di ranah media sosial dengan launching beberapa akun resminya yaitu, binofficial_ri (Instagram), binofficial_ri (Twitter), dan binofficial.ri (Facebook). 

Langkah ini ditempuh guna melengkapi kebutuhan informasi masyarakat yang selama ini hanya bersumber dari website resmi BIN (www.bin.go.id). Akun resmi BIN tersebut diluncurkan Selasa, 30 Juni 2020, di Jakarta.

"Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, BIN menganggap perlu untuk memiliki akun media sosial. Adanya akun media sosial resmi BIN menjadi salah satu cara membumikan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda," tutur Deputi-VII Bidang Komunikasi dan Informasi BIN, Wawan Hari Purwanto.

Hadirnya akun media sosial resmi BIN ini, lanjut Wawan, merupakan penjabaran Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, namun dengan tetap menekankan pentingnya kerahasiaan sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 Tentang Intelijen Negara.

"Media sosial merupakan ruang virtual yang banyak digemari oleh semua orang, tidak terkecuali generasi muda. Dengan adanya akun medsos resmi BIN maka diharapkan akan mendekatkan BIN dengan kalangan milenial untuk bersama-sama menciptakan ruang publik yang positif," jelas Deputi-VII lagi.

Selain sebagai sarana menyosialisasikan berbagai isu terkini, akun resmi media sosial ini juga diharapkan mampu mendekatkan BIN dengan masyarakat luas. 

"Dengan adanya akun resmi ini, masyarakat diharapkan tidak lagi mempercayai akun-akun media sosial yang mengatasnamakan BIN," terang Wawan. 

Untuk itu, BIN mengajak masyarakat untuk terus menggunakan media sosial secara cerdas dan bijak. 

Dalam hal ini, masyarakat diharapkan mampu mengunggah konten-konten positif sesuai nilai-nilai luhur Pancasila, ikut menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan radikalisme. 

Warganet juga diimbau untuk tetap menjaga keamanan privasi akun dengan menggunakan media sosial secara bijak dan terukur guna menghindari ketergantungan yang rentan berdampak pada gangguan kesehatan mental.

Bahkan, media sosial pun tidak hanya menjadi ruang interaksi antar penggunanya, namun juga menjadi rujukan informasi bagi masyarakat luas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00