Jadi Konflik Bumi, Ini Sejarah Plastik

Limbah plastik (Dok. Istimewa/Reuters)

KBRN, Jakarta: Meminimalisir keberadaan limbah plastik yang sulit terurai, dunia terus mengkampanyekan larangan penggunaan produk berbahan dasar plastik. 

Limbah plastik tidak hanya mencemari lingkungan sehingga berbahaya bagi manusia, namun dapat memicu perubahan iklim.

Namun bagaimana sebetulnya sejarah awal terbentuknya bahan plastik, hingga paling banyak digunakan pada zaman moderen ini.

Tahun 1920 demam plastik akan plastik dimulai. Ahli kimia lulusan Universitas Harvard yang mengepalai DuPont Lab bernama Wallace Hume Carothers mengembangkan nylon yang pada waktu itu disebut Fiber 66.

Fiber ini menggantikan bulu binatang untuk membuat sikat gigi dan stoking sutera. 

Pada tahun 1940-an nylon, acrylic, polyethylene, dan polimer lainnya menggantikan bahan-bahan alami yang waktu itu semakin berkurang.

Inovasi penting lainnya yaitu penemuan polyvinyl chloride (PVC) atau vinyl.

Ketika mencoba untuk melekatkan karet dan metal, seorang ahli kimia di perusahaan ban B.F. Goodrich, Waldo Semon menemukan PVC yang merupakan bahan yang murah, tahan lama, tahan api dan mudah dibentuk.

Pada tahun 1933, Ralph Wiley, seorang pekerja lab di perusahaan kimia Dow, secara tidak sengaja menemukan plastik jenis lain yaitu polyvinylidene chloride atau populer dengan sebutan saran.

Saran pertama kali digunakan untuk peralatan militer, namun belakangan diketahui bahwa bahan ini cocok digunakan sebagai pembungkus makanan. 

Saran dapat melekat di hampir setiap perabotan seperti mangkok, piring, panci, dan bahkan di lapisan saran sendiri.

Tidak heran jika saran digunakan untuk menyimpan makanan agar kesegaran makanan tersebut terjaga.

Di tahun yang sama, dua orang ahli kimia organik bernama E.W. Fawcett dan R.O. Gibson yang bekerja di Imperial Chemical Industries Research Laboratory menemukan polyethylene.

Temuan mereka ini mempunyai dampak yang amat besar bagi dunia. Karena bahan ini ringan serta tipis, pada masa Perang Dunia II bahan ini digunakan sebagai pelapis untuk kabel bawah air dan sebagai isolasi untuk radar.

Pada tahun 1940 penggunaan polyethylene sebagai bahan isolasi mampu mengurangi berat radar sebesar 600 pounds atau sekitar 270 kg.

Setelah perang berakhir, plastik ini menjadi semakin populer. Saat ini polyethylene digunakan untuk membuat botol minuman, jerigen, tas belanja atau tas kresek, dan kontainer untuk menyimpan makanan. 

Kemudian pada tahun 1938 seorang ahli kimia bernama Roy Plunkett menemukan teflon. Sekarang teflon banyak digunakan untuk melapisi peralatan memasak sebagai bahan antilengket.

Selanjutnya, seorang insinyur Swiss bernama George de Maestral sangat terkesan dengan suatu jenis tumbuhan yang menggunakan ribuan kait kecil untuk menempelkan dirinya.

Lalu pada tahun 1957 de Maestral meniru tumbuhan tersebut untuk membuat Velcro atau perekat dari bahan nylon. 

Namun jauh sebelumnya, plastik sudah ditemukan oleh Bangsa Olmec di Meksiko sekitar 150 tahun sebelum Masehi. Saat itu mereka bermain menggunakan bola yang terbuat dari polimer lain, yaitu karet. 

Dalam perkembangannya, mulai ditemukan bahan lain yang dinyatakan lebih baik lagi, yaitu plastik sintetis yang ditemukan tahun 1907.

Materialnya dikenal dengan nama Bakelite, ditemukan seorang ilmuwan kenaman Belgia bernama Leo Hendrik Baekeland.

Kejeniusannya berhasil membuat plastik sintesis yang berbahan bakar fosil. Temuan ini berbeda dengan yang biasanya terbuat dari tumbuhan dan hewan. 

Istilah plastik sendiri mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau ekonomi. 

Plastik adalah bahan yang mempunyai derajat kekristalan lebih rendah daripada serat, dan dapat dilunakkan atau dicetak pada suhu tertentu.

Perkembangan plastik berasal dari penggunaan material alami, seperti permen karet, "shellac" sampai ke material alami yang dimodifikasi secara kimia seperti karet alami "nitrocellulose" dan akhirnya ke molekul buatan-manusia seperti epoxy, polyvinyl chloride, polyethylene. 

Material plastik pertama kali digunakan sejak abad ke-19. Ini terlihat dari banyaknya plastik yang dibuat dan dicetak. Tahun 1990-an, plastik sudah menjadi bagian kebutuhan yang sangat diinginkan.

Hal ini terbukti dari meningkatnya plastik yang dibuat dan dicetak pada masa itu. Kebutuhan plastik semakin bertambah. Pada tahun 2000-an plastik dicetak sebanyak ratusan juta ton. 

Plastik sendiri terbentuk dari unsur-unsur seperti karbon, oksigen, hydrogen, klorin, belerang dan nitrogen.

Awalnya plastik dibuat dari bahan bahan natural seperti tanduk hewan, shellac (sekresi serangga kecil) dan getah perca.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00