928 Sapi dan Kambing Dinyatakan Sehat

Seorang Petugas Paramedis Veteriner Sedang Mengawasi Kesehatan Hewan Kurban di Bintan Utara (Febriansyah/RRI)

KBRN, Bintan: Ratusan hewan ternak yang akan diperjualbelikan untuk konsumsi masyarakat jelang perayaan Idul Adha 1441 Hijriah di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, masih aman dari ancaman penyakit hewan menular yang berbahaya.

"Sementara ini, kami belum menemukan kasus hewan yang berbahaya. Alhamdulillah, mudah-mudahan ini bisa dapat terus bertahan. Karena Bintan, merupakan salah satu kabupaten yang bebas beberapa kasus pada hewan," jelas Kepala Seksi (Kasi) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan, Iwan Berri Prima, Senin (29/6/2020).

Dikatakan Iwan, DKPP Bintan terus melakukan peningkatan pengawasan terhadap jenis hewan ternak yang akan diperjualbelikan pada perayaan Idul Adha 1441 H.

Agar daging hewan kurban yang dibagikan nantinya tidak menularkan penyakit saat dikonsumsi masyarakat.

Data sementara stok hewan kurban dari sejumlah peternak hewan di Bintan, hingga Senin (29/6/2020) sore, hampir mencapai seribu ekor.

Dengan total rincian, terdapat 928 ekor hewan kurban, terdiri dari sapi 515 ekor dan kambing 413 ekor.

"Kalau jumlah total sementara ada 918 ekor hewan, sapi itu ada 515 ekor dan kambing 413 ekor," tambah Berri juga selaku Sekretaris Umum Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam memastikan kesehatan sapi jenis Bali yang akan masuk ke peternak di Bintan, menurutnya, wajib melalui pemeriksaan/uji PCR Jembrana di laboratorium Balai Veteriner.

Untuk di DKPP Bintan, pemeriksaan terhadap hewan kurban ini, dilakukan oleh 2 orang dokter hewan dan 7 orang petugas medis.

Sementara, jumlah peternak yang menjual hewan kurban di Bintan, tercatat sebanyak 57 orang peternak sapi dan 42 orang peternak kambing.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00