Sensus Penduduk Wawancara 2020 Ditiadakan

Kepala BPS Pusat Suhariyanto (Source BPS)

KBRN, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan bahwa tidak akan menyelenggarakan Sensus Penduduk (SP) Wawancara pada 2020. Sebagai gantinya, BPS akan menerapkan pendataan penduduk dengan teknik drop off pick up (DOPU). 

Pendataan penduduk dengan teknik DOPU tersebut dilakukan petugas sensus dengan menyampaikan kuesioner (drop-off) untuk diisi secara mandiri oleh penduduk. Setelah penduduk mengisi, maka akan diambil kembali (pick up) oleh petugas sensus. 

Kepala BPS Pusat Suhariyanto mengatakan pendataan penduduk dengan teknik tersebut membutuhkan sekitar 247.000 petugas sensus termasuk pengurus Rukun Tetangga (RT) di masing-masing kota dan kabupaten. 

“Kami mengubah metodenya karena anggaran BPS dipangkas 43 persen menjadi minim dan ada Covid-19. Jadi, mekanismenya nanti kami akan merekrut petugas sensus baru karena kami butuhnya sekitar 247.000 dan pegawai BPS hanya 16.000," kata Suhariyanto saat menggelar acara jumpa pers secara virtual di Jakarta, Selasa (2/6/2020) 

Sementara itu Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Margo Yuwono mengatakan, BPS akan membuka lowongan bagi siapa saja yang ingin mendaftar menjadi petugas sensus. 

Pendaftaran akan diselenggarakan di seluruh kabupaten/kota di Indonesia dan akan dikoordinir oleh BPS di daerah-daerah tersebut. 

“Pokoknya siapapun boleh daftar, tapi yang diupayakan adalah yang tinggal di wilayah itu biar lebih paham kondisi di daerahnya," kata Margo Yuwono.

BPS tentu saja akan melakukan pelatihan bagi para petugas sensus. Namun, karena menimbang adanya Covid-19 dan efisiensi anggaran BPS sebesar 43%, maka pelatihan akan dilaksanakan secara online dan mandiri. 

Pelatihan online, yaitu dengan menggunakan media video conference. Sementara pelatihan secara mandiri adalah dengan memberikan materi-materi pendataan baik dalam bentuk materi tertulis dan video agar mudah dipahami oleh calon petugas. 

Margo Yuwono menjelaskan model pendataan ini rupanya mampu menekan anggaran BPS untuk perhelatan SP. Dengan teknik DOPU tersebut, anggaran BPS untuk SP menyempit menjadi Rp1.05 triliun atau lebih kecil daripada anggaran SP wawancara yang sebesar Rp4 triliun. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00