Arus Balik, 494.449 Kendaraan Menuju Jakarta

Gerbang tol cikampek utama 2 (Dok. Istimewa/Jasamarga)

KBRN, Jakarta: PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat total sebanyak 494.449 kendaraan menuju Jakarta hingga hari ketujuh sesudah Lebaran 2020 (H+7) atau 1 Juni 2020. Ratusan ribu kendaraan tersebut menuju Jakarta melalui arah timur, barat dan selatan.

"Volume lalu lintas (lalin) yang menuju Jakarta ini turun 67,73% dibandingkan dengan lalin periode yang sama di Lebaran tahun 2019," kata Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru, dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Selasa (2/6/2020).

Heru merinci, untuk distribsi lalu lintas menuju Jakarta 35,8% berasal dari arah timur, 32,6% dari arah barat dan 31,6% dari arah selatan.

BACA JUGA: Lolos Arus Balik Tanpa SIKM, Pemudik Diisolasi

Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:

ARAH TIMUR

Lalin menuju Jakarta dari arah timur merupakan kontribusi lalin dari dua Gerbang Tol (GT) pengganti GT Cikarang Utama, yaitu GT Cikampek Utama untuk pengguna jalan yang meninggalkan Jalan Tol Trans Jawa serta GT Kalihurip Utama untuk pengguna jalan yang meninggalkan Jalan Tol Cipularang-Padaleunyi dengan rincian distribusi lalin sebagai berikut:

- GT Cikampek Utama 2, dengan jumlah 104.813 kendaraan menuju Jakarta, turun sebesar 81,79% dari Lebaran tahun 2019.

- GT Kalihurip Utama 2, dengan jumlah 72.252 kendaraan menuju Jakarta, turun sebesar 79.63% dari Lebaran tahun 2019.

Total kendaraan menuju Jakarta dari arah Timur, turun sebesar 80,97% dibandingkan dengan lalin Lebaran tahun 2019.

ARAH BARAT

Jasa Marga juga mencatat jumlah kendaraan yang menuju Jakarta melalui GT Cikupa tercatat sebanyak 161.081 kendaraan, turun sebesar 56,41% dari Lebaran tahun 2019.

ARAH SELATAN

Sementara itu, jumlah kendaraan yang menuju Jakarta melalui GT Ciawi 2 tercatat sebesar 156.303 kendaraan, turun sebesar 32,74% dari Lebaran tahun 2019.

"Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk berpartisipasi aktif dalam mencegah penularan Covid-19, dengan tidak mudik dan tidak piknik di Lebaran Tahun 2020. Selain itu batasi perjalanan dan jaga jarak, keluar rumah hanya untuk keadaan yang mendesak serta wajib mengenakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah," tutup Heru.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00