Jangan Terpancing Eforia Tatanan Kehidupan Baru

Pejalan kaki melintas di depan patung Tiga Singa saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Taman Trunojoyo, Malang, Jawa Timur. Setelah PSBB berakhir, kini pemerintah daerah di Malang raya melanjutkan dengan Masa Transisi Normal Baru. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/aww

KBRN, Malang: Masyarakat Malang Raya bersiap menghadapi tatanan kehidupan baru di tengah Covid-19. Meskipun kehidupan sosial ekonomi akan kembali dibuka dengan syarat memperhatikan protokol kesehatan, namun ada beberapa hal perlu diantisipasi agar berjalan maksimal. 

Psikolog yang juga merupakan dosen psikologi Universitas Brawijaya Malang Ika Herani menilai, rentan terjadi euforia atau rasa gembira berlebihan di tengah masyarakat pasca kebijakan normal baru, sehingga melupakan ketentuan mencegah penyebaran Covid-19.

"Karena itu, sebelum menghadapi normal baru, masyarakat perlu mengetahui informasi dan aturan di tempat umum seperti sekolah, mall, pasar, dan tempat kerja. Jangan sampai terpancing euforia bahwa semua sudah kembali normal,” kata Ika dalam keterangannya, Selasa (2/6/2020). 

Menurutnya, jika masyarakat mampu memodifikasi perilaku normal dan menerapkan protokol kesehatan, maka era normal baru ini akan berhasil.

"Pasti masyarakat ingin berkumpul lagi setelah sekian lama, jadi lakukan kontrol diri yang kuat agar tetap menjaga jarak. Namun tetap berpikir positif, jangan parno agar rasa cemas terhadap virus corona ini bisa diminimalisir," ujar wanita berhijab ini.

Kontrol sosial sesama, lanjutnya, juga diperlukan dalam penerapan hidup normal baru ini. Jika ada warga yang tidak mematuhi aturan seperti tidak menggunakan masker di tempat umum misalnya, warga lain mengingatkan.

"Tetap jaga jarak, saling mengingatkan, supaya normal baru ini tidak jadi musibah baru," tandasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00