Kota Malang Tak Perpanjang Masa PSBB

Petugas melakukan pemeriksaan di pintu masuk Kota Malang selama kebijakan PSBB

KBRN, Malang: Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Malang dipastikan tidak tak akan diperpanjang setelah diberlakukan sejak 17 Mei hingga 30 Mei 2020 mendatang.  

"Kami sudah pastikan bahwa kami tdiak akan meperpanjang PSBB, kran ekonomi pada bulan Juni harus sudah dibuka tetapi dengan SOP pencegahahan Covid-19. Kami sudah menyusun KAK tentang bagaimana hidup new normal. Bahkan saya akan berkomunikasi dengan lurah dan camat sampaikan untuk siap-siap hidup di era new normal, ekonomi harus pelan-pelan digerakkan," kata Walikota Malang, Sutiaji, Selasa (26/5/2020).

Meski masa PSBB tidak diperpanjang, namun pihaknya berharap masyarakat tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta menerapkan physical distancing seperti saat kebijakan PSBB diberlakukan.  

Sutiaji menegaskan, masalah pandemi covid 19 bukan masalah sektoral.

"Masa henti atau jeda pandemi masih belum diketahui. Namun saya tegaskan, Kota Malang mengambil sikap cukup satu putaran saja PSBB. Optimisne kita adalah yang sembuh semakin banyak, PDP sehat juga terus bertambah. Ini jadi pertimbangan PSBB  cukup sekali. Setelah ini kita memasuki New Normal Kota Malang, dimana spirit dan roh yang akan kita bangun adalah beradaptasi pada kondisi masa Covid-19. Akan kita susun protokolnya," ungkapnya.

Ia menjelaskan, ada empat langkah kebijakan Pemkot Malang pasca PSBB, menyiapkan the new normal life dengan penyusunan SOP hidup sehat dan protokol covid 19 pasca PSBB, menyiapkan RSUD sebagai RS darurat, rumah isolasi untuk PDP ringan di Jalan Kawi, serta pemantauan warga penderita penyakit kronis data prolanis sebagai acuan utama pemantauan untuk masyarakat  memiliki penyakit bawaan.

"Kami juga siapkan paket kebijakan stimulus ekonomi  dengan merumuskan kebijakan untuk mendorong pemulihan kehidupan ekonomi masyarakat," tuntasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00