Konsumsi Listrik Industri dan Bisnis Turun

General Manager PLN UID Jakarta Raya Doddy B. Pangaribuan (kanan)

KBRN, Jakarta : Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) menjelaskan secara keseluruhan konsumsi listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya cenderung melambat atau mengalami penurunan terhitung sejak merebaknya wabah pandemi global Coronavirus (Covid-19). 

Kondisi seperti ini kemungkinan besar akan mempengaruhi kelangsungan bisnis perusahaan tersebut. Demikian menurut keterangan yang disampaikan General Manager (GM) PLN UID Jakarta Raya Doddy B. Pangaribuan dalam acara teleconference di Jakarta, Jumat (22/5/2020). 

Menurut Doddy, sepanjang 2020 beban puncak tertinggi di wilayah distribusi Jakarta Raya terakhir terjadi pada Maret 2020 sebesar 5.164 Mega Watt  (MW).

Beban puncak tersebut terjadi sebelum pemberlakuan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlangsung sebagai langkah antisipasi menekan penyebaran Covid-19.

Setelah kebijakan tersebut muncul, konsumsi listrik di Jakarta Raya berangsur menurun. Tercatat, beban puncak tertinggi di Jakarta selama masa pandemi Covid-19 April 2020 hanya mencapai 4.170 MW.

PLN Disjaya memperkirakan pada saat Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1441 H (2020) beban puncak listrik di Jakarta berada di level 3.508,31 MW atau naik sebesar  30,31 persen jika dibandingkan Lebaran Hari Raya Idul Fitri tahun sebelumnya atau 2019. 

Sementara itu, listrik di Jakarta dipasok dari 7 subsistem dengan kapasitas total mencapai 11.460 MW. Kemudian, tenaga listrik tersebut disalurkan melalui 58 Gardu Induk PLN yang tersebar.

Menurut Doddy, secara keseluruhan konsumsi listrik di Jakarta Raya jika dilihat dari sektor industri mengalami penurunan drastis hingga 30 persen, terhitung sejak awal Maret 2020 hingga hari ini, Jumat (22/5/2020). 

Sedangkan konsumsi listrik di sektor bisnis yang turun 40 persen di periode yang sama atau secara tahunan atau Year on Year (YoY).

“Sektor industri berpengaruh besar karena memiliki porsi 58 persen dari total konsumsi listrik di Jakarta,” kata Doddy saat menggelar acara teleconference secara virtual, Jumat (22/5/2020) 

Konsumsi listrik di sektor rumah tangga untuk wilayah Jakarta tumbuh sekitar 6%. Hal ini seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di rumah saat PSBB berlangsung.

Doddy mengaku bahwa PLN Disjaya juga diminta oleh PLN Pusat untuk memberikan skenario-skenario potensi pendapatan bila berkaca pada perkembangan wabah Covid-19  khususnya di Provinsi DKI Jakarta.

Bukan tidak mungkin akan terjadi koreksi pertumbuhan penjualan listrik PLN Jakarta Raya jika proses recovery ekonomi pasca pandemi Corona berjalan lambat.

Tentu itu bukan sesuatu yang baik. Tapi apapun itu, kami tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan,” tegasnya.

Dengan adanya penurunan konsumsi listrik, mau tidak mau PLN Jakarta Raya mesti lihai melakukan efisiensi. Salah satu beban pengeluaran yang paling realistis ditekan adalah biaya operasional pembangkit listrik.

Meski tidak disebut secara rinci, Doddy menyebut, operasional pembangkit di sistem Jakarta-Banten sudah turun 25% dari normal semenjak wabah Corona menyerang.

Meski ada beberapa pembangkit yang diistirahatkan seiring penurunan konsumsi listrik, PLN Jakarta Raya tetap harus cermat menjaga cadangan listrik atau reserve margin yang ada.

Secara teknis, kita harus punya cadangan yang cukup. Idealnya cadangan listriknya 100 persen Namun, kalau konsumsinya turun mungkin hanya di kisaran 30 sampai 35 persen saja,” terangnya. 

Tak hanya itu, dampak wabah Corona juga mengancam rencana bisnis PLN Jakarta Raya. Doddy bilang, ada potensi investasi PLN Jakarta Raya yang terpaksa ditunda senilai hampir Rp 1 triliun pada tahun ini.

Investasi tersebut bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah pelayanan kepada pelanggan seperti pemasangan sambung listrik baru.

“Ada beberapa pelanggan yang meminta sambung listrik baru. Namun, karena ada Corona, maka diundur jadwalnya hingga tahun depan,” pungkas Doddy.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00