Polemik TVRI, Direktur Penuhi Keputusan Dewas

KBRN, Jakarta: Salah satu direktur Televisi Republik Indonesia (TVRI) Apni Jaya Putra menyatakan, pamit tidak lagi beraktivias lagi dalam stasiun televisi milik pemerintah itu, setelah Dewan Pengawas (Dewas) resmi memberhentikannya. 

"Kawan-kawan semua, saya sudah menyelesaikan tugas saya kepada negara ini. Dewas TVRI sudah memberhentikan saya per hari ini," tulis Apni di akun twitternya, Rabu (13/5/2020). 

"Saya sudah mengantar TVRI kembali ke tengah publik. Sebuah perjalanan yang indah," tambahnya. 

Untuk itu, ia menyampaikan, terima kasih untuk kerjasama yang luar biasa. 

"Saya pamit. Mohon maaf lahir batin,"ungkapnya. 

Pamitnya Apni mendapat respons mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi. Adhie kecewa dengan putusan Dewas TVRI. 

"Ini Dewas TVRI kok superaktif ya. Dari fungsi pengawasan (namanya juga Dewan Pengawas) kok sampai terjun ke ranah eksekutif dan mengeksekusi hal yang salah pula. setiap zaman punya kegilaannya sendiri, lebih baik yg tidak ikut kegilaan zaman. Tetap istiqomah, Brow," tulis Adhie.

Diketahui, polemik TVRI mendapat perhatian publik dimulai dengan penonaktifan sementara hingga secara resmi, terhadap Direktur Utama TVRI Helmy Yahya oleh Dewas TVRI.

Salah satu alasan pemecatannya adalah karena Helmy telah membeli hak siar Liga Inggris.

Belakangan Dewas TVRI kembali menerbitkan surat pemberitahuan rencana pemberhentian (SPRP) pada tiga direktur diantaranya, Direktur Program dan Berita Apni Jaya Putra, Direktur Keuangan Isnan Rahmanto, dan Direktur Umum Tumpak Pasaribu. 

"Hal ini disebabkan adanya pelanggaran peraturan dan perundang-undangan yang telah dilakukan. Sebagian be┼čar pelanggaran mantan Direktur Utama Helmy Yahya yang melibatkan tiga anggota Direksi tersebut," kata Ketua Dewas LPP TVRI Arief Hidayat Thamrin dalam rapat bersama Komisi I DPR RI secara virtual, Kamis (16/4/2020).

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00