Kepastian Pelaksanaan Ibadah Haji 2020

KETUA UMUM SAPUHI SYAM RESPIADI

KBR, Jakarta : Kerajaan Arab Saudi telah melakukan survei persiapan pelaksanaan ibadah Haji tahun 2020.

Survei dilaksanakan oleh World Hajj and Umrah Convention (WHUC) di 25 negara pengirim jemaah haji, termasuk Indonesia.

Survei oleh WHUC itu bertujuan mendapatkan informasi tentang langkah atau kebijakan setiap negara mengendalikan dan mencegah penularan Covid-19.

Survei yang sama juga ingin mengetahui kesiapan negara jika harus ada karantina sebelum perjalanan dan ketika tiba di Saudi Arabia.

Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (SAPUHI), Syam Respiadi menyatakan Survei memberi titik terang bagi pelaksanaan ibadah haji tahun 2020, namun semuanya itu bergantung kepada kehendak Allah SWT .

“Insya Allah semua kita serahkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang memang menentukan kejadian di alam semesta ini termasuk di bumi kita ini, karena di bumi kita ini ada manusia-manusia yang memang bekerja, berusaha untuk kehidupan mereka juga akhiratnya. Masalah Haji pada dasarnya itu semua ketentuan hakekatnya Allah yang menentukan bukan kita sebagai manusia, sudah dibuktikan dalam 3 bulan 4 bulan terakhir bahkan 5 bulan terakhir  mulai dari Januari sampai Mei atau akhir Desember sampai Mie, ternyata pandemi covid 19, kita sebagai manusia tidak berdaya apa apa, kita hanya berusaha berikhtiar hanya sebatas kemampuan secara manusia, apabila yang terkena penyakit semua dalam proses,“ ungkapnya pada RRI di Jakarta, Selasa (5/5/2020).

Dijelaskannya meski belum ada kepastian dari pemerintah Arab Saudi untuk melakukan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020, kami sebagai pelaksana ibadah haji siap memberangkatkan jamaah ke tanah suci.

“Prinsipnya tetap akan kita lakukan, tapi kita ingin adanya satu kepastian yang memang betul-betul kita bisa berhaji atau tidak dari pernyataan pemerintah Arab Saudi, kalau memang tidak ya sudah mau bilang apa Kalau emang iya harus segera dilakukan. Jangan menunggu waktu terlalu lama lagi karena aplikasi harus kita selesaikan itu paling cepat 1 bulan mulai dari sekarang sampai dengan persiapan pelaksanaan haji itu sendiri,“ jelasnya.

Ditegaskan Syam Respiadi paling tidak akhir Mei atau awal Juni pemerintah Arab Saudi harus sudah dapat mengambil keputusan diadakan atau tidaknya penyelenggaraan ibadah haji.

“Sekarang sudah masuk Mei mau nunggu apa lagi, paling tidak menurut saya dua bulan kerja sebelum keberangkatan, kami harus sudah siap dari bulan Syawal dan akhirnya paling tidak dalam bulan Ramadan ini bisa dinyatakan oleh pemerintah Arab Saudi atau sebelum lebaran tanggal 27, 28, 29 Ramadhan harus sudah diumumkan dibuka. Sehingga kita syawal berangkat untuk mengurus aplikasi Visa Visa haji itu termasuk reguler,“ katanya.

Lebih lanjut Syam Respiadi menambahkan seluruh calon jamaah haji menunggu pengumuman dari pemerintah Arab Saudi mereka mau menerima haji apa tidak.

“Kalau tidak, ya tidak apa-apa kok dunia paham itu bagaimana haji 2020 masih belum siap, tetapi kami secara administrasi dan persiapan keseluruhan yang harus kita lakukan jika apabila memang ada pengumuman haji tahun ini dibuka atau dilakukan kami siap,“ ucapnya.

Syam Respiadi yang juga Direktur Utama Patuna Mekar Jaya mengungkapkan calon jamaah haji Patuna sudah siap melaksanakan ibadah haji, bila ada keputusan pemerintah Arab Saudi membuka penyelenggaran Haji tahun 2020.

“Meski ada sekitar 11 orang yang membatalkan hajinya dari 619 calon jamaah haji, artinya mereka masih yakin keberangkatan haji masih bisa dilakukan tahun ini,” pungkasnya.

Tahun ini, kuota haji Indonesia terdiri dari 203.320 kuota haji reguler dan 17.680 kuota haji khusus. Termasuk satu persen di antaranya atau 2.040 kuota khusus untuk jemaah lansia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00