Dukung Social Distancing, Ini Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan

KBRN, Purwokerto: Sesuai dengan penetapan Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana hingga 29 Mei 2020.

Perkembangan situasi baru di lapangan, dan setelah dilakukan evaluasi, beberapa perjalanan kereta api jarak jauh dibatalkan perjalanannya.

Ada beberapa kereta api yang melalui wilayah Daop 5 Purwokerto, yang turut dibatalkan perjalanannya. 

“Kebijakan pembatalan perjalanan KA ini kami terapkan, untuk mendukung arahan pemerintah kepada masyarakat yang diminta membatasi kegiatan di luar rumah,” kata Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Supriyanto, Selasa (24/3/2020) malam, mengutip pernyataan dari VP Public Relations KAI Yuskal Setiawan.

Mengikuti perkembangan situasi di lapangan, lanjutnya, untuk beberapa KA yang melewati wilayah Daop 5, dibatalkan perjalanan nya serta dibatasi relasinya.

KA-KA melewati Daop 5 purwokerto yang dibatalkan perjalanannya mulai tgl 26 - 31 Maret 2020, adalah KA Taksaka pagi relasi Gambir - Yogya PP, KA Taksaka malam relasi Gambir - Yogya PP, KA senja utama Yogya, relasi Pasarsenen - Yogya PP.  KA Lodaya pagi, relasi Solo- Bandung PP,  KA Lodaya malam, relasi Solo- Bandung PP. KA fajar utama Yogya, relasi Yogya- Pasarsenen pp dan 2 KA Bandara YIA, relasi kebumen-Yogya pp

Sebelumnya, mulai tanggal 23 - 31 Maret KAI juga telah menginformasikan membatalkan : 

8 perjalanan KA Argo Parahyangan relasi Gambir-Bandung pp, ada 8 perjalanan KA Argo Cheribon relasi Gambir-Cirebon pp, dan 10 perjalanan KA Bandara Adi Soemarmo.

Sedangkan untuk perjalanan KA menuju Jakarta lewat Bandung, perjalanannya dibatasi hanya sampai Bandung. KA tersebut adalah:

KA Argo Wilis relasi Surabaya - Bandung pp. KA Mutiara Selatan, relasi Surabaya - Bandung pp. KA malabar, relasi Malang - Bandung pp 

"Bagi penumpang yang hendak membatalkan perjalanan nya, akan dikembalikan 100% secara tunai di stasiun keberangkatan atau stasiun lainnya," ungkapnya.

Sedangkan penumpang yang dialihkan ke KA lainnya dan mendapatkan kelas yang sama atau lebih tinggi, tidak dikenakan penambahan bea. 

Sebaliknya, jika dialihkan dan mendapat kelas yg lebih rendah, maka KAI akan memberikan pengembalian selisih bea di stasiun kedatangan, dengan batas waktu pengembalian 3 hari dari tanggal tiket.

Perkembangan situasi dan informasi akan kami sampaikan lebih lanjut.

Meskipun terdapat pengurangan jadwal kereta api, KAI tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada penumpang yang membutuhkan transportasi kereta api dengan segala protokol pencegahan virus corona yang telah diterapkan.

"Kita berdoa dan berharap semoga Kejadian Luar Biasa yang menimpa Bangsa Indonesia ini segera berakhir dan semua bisa kembali normal," harapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00