Mengenal dr. Achmad Yurianto, Juru Bicara Penanganan Virus Corona

KBRN, Surabaya : Pemerintah mengambil langkah sigap dalam penanganan virus corona salah satunya adalah dengan menunjuk dr. Achmad Yurianto sebagai juru bicara untuk penanganan dan pencegahan Virus Corona. Penunjukkan itu secara resmi dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.

“Dr Achmad Yurianto yaang menjabat sebagai Sesditjen P2P Kemenkes merupakan alumnus Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR angkatan 1990," kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, dalam siaran pers, Sabtu (7/3/2020).

Nantinya semua informasi menyangkut penanganan Virus Corona akan terkonsentrasi pada satu juru bicara, Dokter Achmad Yurianto yang juga pernah menjabat sebagai Komandan Resimen Mahasiswa Universitas Airlangga tahun 1986-1988.

Dokter kelahiran Malang 11 Maret 1962 ini akrab dipanggil Yuri nantinya akan bertugas menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan Virus Corona. Dr. Yuri juga merupakansalah satu sosok penting di balik pemulangan ratusan WNI dari Cina akibat virus mematikan itu.

Yuri saat ini bertugas sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan. Sebelum bertugas di Kementerian Kesehatan, dia memulai karir di dunia militer sebagai Perwira Utama Kesehatan Daerah Militer V Brawijaya pada 1987.

Sosok Yuri memang cukup lama dikenal sebagai dokter anggota militer. Dia sempat menjabat Kepala Kesehatan Kodam Pattimura dan memimpin Batalyon Kesehatan Kostrad. Tidak hanya itu, ia juga pernah menjalani misi sebagai dokter Batalyon Infanteri 745/Sampada Yudha Bakti yang ditugaskan ke Dili Timor Timur pada tahun 1991.

Karir Yuri kian menanjak setelah diangkat menjadi Wakil Kepala Rumah Sakit tingkat II Dustira Bandung Jawa Barat pada 2006. Ia kemudian menjabat sebagai Wakil Kepala Kesehatan Daerah Militer IV Diponegoro Semarang pada tahun 2008, Kepala Kesehatan Daerah Militer XI Pattimura Ambon Maluku pada tahun 2009, dan Kepala Dinas Dukungan Kesehatan Operasi Pusat Kesehatan TNI pada 2011.

Pada tahun 2015, Yuri diminta oleh Menteri Kesehatan Nila Moeloek untuk menempati posisi Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan hingga tengah tahun 2019.

Dokter yang berusia 58 tahun itu, saat ini terus melakukan koordinasikan proses observasi kesehatan para WNI yang dijemput dari berbagai negara yang menjadi episentrum virus Covid-19. Selanjutnya, usai penunjukkan dirinya sebagai juru bicara dalam rangka penanganan virus, Yuri juga meminta semua pihak menahan diri untuk menyampaikan informasi soal status penularan Virus Corona.

"Ini akan kita koordinasikan lagi pada daerah agar sekali lagi, bahwa pada ranah medis, biarlah medis yang mengumumkan. Jangan kemudian diumumkan orang lain. Takutnya nanti bias enggak karu-karuan," ujar Yuri di Kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Pusat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00