Ikan Cakalang Fufu Cuma Setengah Ekor Tembus Rp 40 Ribu di Talaud

KBRN, Talaud : Cuaca ekstrim ditandai gelombang tinggi dan angin kencang yang melanda perairan kepulauan Talaud berdampak pada mahal dan kurangnya stok ikan yang dijual di pasar tradisional.

Menurut pantauan RRI di pasar Melonguane, Jumat (14/2/2020) pagi, sejumlah lapak meja batu jualan ikan banyak yang kosong.

Untuk ikan cakalang fufu (ikan asap) ukuran sedang yang biasanya dijual seharga Rp 50.000 per satu ekor, saat ini dijual seharga Rp 30-40 ribu untuk setengah ekor. 

Ikan cakalang sedang mentah, naik dari Rp 35.0000 menjadi Rp 70.000/ ekor. 

Ikan Pelagis jenis malalugis seukuran jari telunjuk orang dewasa yang biasa dijual bergerombol seharga Rp 25.000/ satu piring, saat ini dijual seharga Rp 50.000/ piring.

"Iya pak, karena cuaca tidak bersahabat. Pasokan ikan yang ditangkap nelayan berkurang, karena banyak yang enggan melaut," ujar Usi, salah satu penjual ikan.

Selain pasokan, ragam atau jenis ikan yang dijual juga minim.

Para penjual ikan dan masyarakat pembeli atau konsumen berharap cuaca dapat segera membaik agar stok dan harga ikan dapat kembali normal.

Diketahui, terkait cuaca, BMKG memang telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi 2,5 sampai 4.0 meter untuk perairan kepulauan Talaud.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00