Hari Valentine, Menunjukkan Kasih Sayang Lebih Besar dari Biasanya

KBRN, Jakarta : Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang sedunia, diperingati setiap 14 Februari. Hari Valentine ini dirayakan oleh seluruh masyarakat dunia untuk menunjukkan kasih sayang dan rasa cintanya.

Pada momen ini banyak masyarakat yang menyiapkan kado atau kejutan spesial bagi orang yang mereka sayangi.

Makna Cinta sendiri adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat serta ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih, dan kasih sayang.

Lalu apa makna sebenarnya dari Valentine? Apa harus dirayakan? Darimana awal kisahnya? Mari bahas mengenai Hari Kasih Sayang ini.

Sebenarnya Valentine itu tidak harus dirayakan dengan pacar saja, tetapi bisa dirayakan bersama keluarga dan orang-orang terdekat seperti sahabat.

Makna sebenarnya itu memang sebuah kasih sayang tapi setidaknya semua orang diingatkan kembali untuk memberikan perhatian lebih kepada orang yang dikasihinya. 

Selain itu Valentine juga bisa memberikan kesempatan kepada siapapun untuk menunjukkan rasa cinta dan sayangnya secara lebih, yang mungkin saja di hari-hari biasa jarang sekali diperlihatkan.

Dilansir dari Boldsky, Jumat (14/02/2020), ada banyak fakta yang tidak diketahui tentang Hari Valentine. Fakta-fakta ini adalah tentang asal-usul berdarah pada tradisi modern dan tradisi cokelat.

Sebetulnya Valentine berawal ketika periode Romawi. Menurut sejarah, diyakini bahwa hari Valentine berasal dari periode Romawi, dimana orang-orang tersebut tidak diizinkan untuk menikah pada masa perang. Aturan ini ditetapkan oleh Kaisar Claudius II.

Namun, seorang Uskup bernama Valentine diam-diam membantu pernikahan di masa perang tersebut. Ketika Kaisar Claudius mengetahui hal ini, Santo (St) Valentine dipenjara.

Saat berada di penjara, dia menulis sebuah catatan kepada putri sipir yang menandatanganinya sebagai ‘dari Valentine Anda’.

Kartu Valentine di era Victoria dianggap sial untuk ditandatangani. Padahal saat ini, menurut sebuah survei, sekitar 1 miliar kartu Hari Valentine dipertukarkan setiap tahun.

Survei tersebut mengungkapkan bahwa hari ini ditandai sebagai kartu musiman terbesar kedua yang mengirimkan ucapan sepanjang tahun, setelah Natal.

Pada 1537, Raja Henry VII, dari Inggris, secara resmi mengumumkan 14 Februari sebagai hari libur untuk merayakan perayaan Hari Valentine. Sehingga Valentine semakin meluas ketika Richard Cadbury menghasilkan sekotak cokelat pertama untuk mengisi hari liburan di akhir 1800-an. Sejak saat itu, tradisi pemberian cokelat diikuti.

Menurut data statistik, terungkap bahwa lebih dari 35 juta kotak coklat berbentuk hati biasanya laris di Hari Valentine. Sekitar 73 persen laki-laki membeli bunga, sementara wanita hanya sekitar 27 persen. Mawar merah adalah salah satu bunga favorit Venus, dewi cinta Romawi. Sehingga, mawar merah laris manis diikuti warna pink dan merah anggur.

Meskipun pria memimpin daftar pembelian bunga, tercatat bahwa wanita membeli kira-kira sekitar 85 persen dari semua hadiah yang dibeli. Tak hanya itu, momen ini pun dijadikan ajang melamar kekasih.

Statistik mengungkapkan bahwa rata-rata sekitar 220 ribu lamaran pernikahan dicatat pada Hari Valentine setiap tahunnya. Bahkan kota Verona, Italia, menerima sekitar 1.000 huruf setiap hari Valentine yang semuanya ditujukan kepada Juliet.

Lalu apakah harus punya pasangan? Bagi kaum lajang, jangan marah dan merasa kesal, karena hari ini juga dirayakan sebagai ‘Hari Kesadaran Single’. 

Menurut sejarah, anak perempuan abad pertengahan makan makanan yang aneh pada hari ini. Dipercaya bahwa memakan makanan aneh akan membuat mereka bermimpi tentang pasangan masa depan mereka. (Foto: Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00