Keluarga Korban Meninggal Bus Purnamasari Dapat Santunan Puluhan Juta

KBRN, Jakarta : Kepala Kantor Pelayanan Jasaraharja Cibinong, Unggul Yoga Saputra memastikan akan memberikan santunan kepada ahli waris delapan korban, yang meninggal akibat kecelakaan maut yang dialami bus parwisata PO Purnamasari sebesar puluhan juta rupiah.

Dijelaskannya, demi memberikan santunan, dia telah memerintahkan jajaran untuk mendata ahli waris yang berhak menerima. Pendataan bahkan dilakukan pada malam hari.

"Untuk korban yang meninggal dunia 8 orang. 7 orang warga Depok, satu orang warga Gunung Putri. Dari semalam kami telah melakukan pendataan untuk ahli waris yang sah," katanya dalam wawancara dengan Radio Republik Indonesia (RRI), Minggu (19/1/2020).

Ia menyebut berdasarkan Undang-undang Nomor 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang, santunan kepada korban meninggal dunia sebesar Rp 50 juta. Santunan dipastikannya akan diberikan ke ahli waris pada hari ini.

"Hari ini, insya Allah santunan bisa kita bayarkan, kita transfer kepada ahli waris yang sudah kita data tadi malam," tekannya.

Perlu diketahui, selain menyebabkan 8 orang meninggal dunia, kecelakaan itu juga menimbulkan 10 penumpang luka berat dan 20 penumpang lainnya luka ringan. Terkait para penumpang luka-luka, dipastikannya Jasaraharja tak akan lepas tangan.

"Untuk korban yang luka-luka, baik yang luka berat maupun luka ringan itu kita berikan jaminan ke rumah sakit agar nanti apabila ada biaya maka rumah sakit menagihnya ke Jasaraharja," pungkasnya.

Sebelumnya, bus parwisata PO Purnamasari bernomor polisi E 7508 W mengangkut rombongan anggota PKK dan keluarga dari warga Kampung Blok Citayam, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok. 

Dalam perjalanan pulang menuju Depok, Sabtu sore kemarin, dari wilayah Bandung menuju Subang, tepatnya di turunan Palasari, Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, bus ini hilang kendali. Kecelakaan pun tak bisa dihindarkan. (Foto Bus PO Purnamasari/ Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00