Diakui PBB, Ramai di Dunia, Ini Tanaman yang Bisa Menahan Longsor

KBRN, Bandung : Tanaman Vetiver belakangan tengah dicari banyak pihak di tengah musim bencana saat ini. Pasalnya, tak hanya menahan longsor, ternyata vetiver juga mampu mereduksi pencemaran limbah kimia, limbah mercuri, dan limbah medis lainnya.

Dr Jossep Frederick William dari Medicuss Group Bandung, Jawa Barat menjelaskan, bahwa selain mencengkram tanah dengan akarnya, vetiver ini bisa mengikat racun yang ada di lingkungan terutama di daerah pertanian dan sekitar DAS (Daerah Aliran Sungai) atau pertambangan emas rakyat.

"Jika ditanam di kawasan yang mengandung limbah, setelah 3-6 bulan, vetiver ini berubah menjadi golongan B3. Oleh karenanya jangan diambil/dipanen serta dimanfaatkan buat diambil extract-nya oleh masyarakat, juga jangan dibakar," ujar Dr Jossep, Selasa (14/1/2020).

Manfaat tanaman ini pun membuat mantan jurnalis televisi, Irma Hutabarat membentuk komunitas . Ia menambahkan, jenis tanaman ini yang memiliki manfaat tersebut dan bisa ditanam sebagai penahan longsor, bukanlah jenis akar wangi. Adapun tanaman yang dimaksud adalah Vetiver System untuk mitigasi bencana longsor .

"Di Garut dan beberapa tempat, yang ditanam adalah akar wangi, yang diambil akarnya untuk bahan baku perfume Vetiveria Zizaionides. Yang kami tanam adalah bibit yang berbeda, pencegah longsor, Chrysophogon Zizaionides, dengan daun yang keras dan tegak lurus," kata Irma.

Dirinya menambahkan, bahwa perlu dibedakan, Chrysophogon Zizaionides yang memiliki fungsi konservasi untuk mencegah longsor, banjir dan menjernihkan air dengan jenis tanaman rumput gajah.

"Karena ada perbedaan pada akarnya. Satu-satunya tanaman yang akarnya serabut, namun berkekuatan 1/6 kawat baja adalah Vetiver System," ucapnya.

Secara Internasional, Tanaman Vetiver sudah diakui oleh PBB dan World Bank untuk mitigasi bencana. Hal ini menegaskan bahwa jenis tanaman tersebut beserta manfaatnya sudah melalui puluhan riset dan teruji di seluruh dunia.

"Ada organisasinya, dibawah World Bank, yaitu TVNI (The Vetiver Network International), dimana implementasi dari seluruh dunia dilaporkan dan dibahas disana," ungkap Irma.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00