Pemahaman Religius Bantu Seseorang Capai Kesejahteraan Psikologis

KBRN, Palangka Raya : Kesejahteraan psikologis, dimana seseorang merasakan kebahagiaan dan kecukupan, banyak datang dari sikap dan cara berfikir yang bersumber dari hal bersifat religius. Pemahaman religius yang terpatri dalam diri seseorang sanggup mengambil makna dari kejadian dan pengalaman hidup dan terus melanjutkan hidup dengan sikap yang optimis.

Hal ini disampaikan psikolog Palangka Raya yang juga anggota Himpunan Psikolog Indonesia atau HIMPSI Palangka Raya, Priscilia Taniau kepada RRI. Priscilia menyebutkan, karakter religius yang terpatri dalam diri seseorang sanggup memberi kekuatan dan ketentraman ketika seseorang tertimpa masalah berat. Biasanya orang yang religius sanggup mengambil makna dan keindahan dalam setiap cobaan dan masalah berat. Mereka sanggup melepaskan sesuatu yang menyakitkan dengan memaafkan dan melupakan perbuatan atau sikap orang lain yang tidak mengenakkan.

“Selain itu juga mereka masih dapat bersikap optimis yakni melihat kesempatan atau hal baik yang masih tersisa dalam kehidupannya sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan Priscilia Taniau, kesejahteraan psikologis alias ketentraman dan kesejahteraan jiwa dan batiniah memang dimunculkan dari berbagai faktor. Seperti halnya religiusitas, kepribadian, penerimaan diri, pergaulan yang positif, dan kecukupan finansial serta hal lainnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00