Tarif Tak Wajar, Warga Keluhkan Parkir Liar di Stadion Pakansari

KBRN, Bogor : Maraknya parkir liar di kawasan Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendapat keluhan masyarakat. Sebab, biaya parkir yang dipungut kepada setiap pengunjung melebihi tarif parkir pada umumnya. Bahkan, parkir liar ini tidak hanya di sepanjang jalan, tapi juga sudah merambah ke lahan parkir GOR Laga Tangkas dan Laga Satria yang berada di seberang Stadion Pakansari, Cibinong.

Adapun besaran dana pembayaran tiket parkir itu untuk mobil dikenakan tarif Rp10.000, sedangkan motor dipungut Rp5.000. Pungutan biaya parkir tanpa izin ini jelas sangat merugikan masyarakat yang hanya hendak berkunjung menikmati liburan di Stadion kebanggaan Kabupaten Bogor itu.

"Tentu ini tak wajar dengan tarif segitu. Ini (Pakansari-red) kan tempat hiburan rakyat, kenapa harus mahal begitu? Kalau parkiran resmi yang terjamin keamanannya sih, kita tidak mempersoalkannya," ungkap Asep, salah satu pengunjung ditemui RRI di Pintu Selatan, Stadion Pakansari, Minggu (12/1/2020) malam WIB.

Hal serupa juga diungkapkan Nurlia, warga Bojonggede, Kabupaten Bogor. Ia mengaku keberatan dengan tarif parkir tersebut. Menurutnya, pemerintah dalam hal ini Pemkab Bogor harus bertindak membersihkan parkir liar tersebut dan menyiapkan parkir resmi untuk masyarakat yang ingin berlibur mengajak kekuarganya ke Stadion Pakansari tersebut.

"Kita sangat dirugikan dengan adanya parkir liar ini. Padahal setelah mencatat kartu parkir, mereka (petugas parkir liar-red) langsung pergi begitu saja. Keamanan motor kita juga belum tentu terjaga. Justru kita masih tetap khawatir motor kita di pinggir jalan seperti itu," tegas Nurlia sambil menunjuk motornya yang terpakir di pinggir jalan.

"Seharusnya ini bisa diselesaikan oleh pemerintah agar parkir liar ini bisa ditata. Dan mereka (Pemerintah-red) menyiapkan parkir resmi untuk mesyarakat. Meski parkir resmi akan lebih mahal, namun keamanannya lebih terjaga, nggak seperti parkir liar ini," tambah wanita cantik berkaca mata yang membawa anak dan suaminya berkunjung ke Stadion Pakansari itu.

Tim RRI yang merasa penasaran dengan keluhan warga tersebut, mencoba untuk menyambangi Stadion Pakansari itu. Saat Tim RRI mencoba memarkirkan kendaraannya, datang seorang juru parkir yang langsung mencatat plat nomor kendaraan. Juru parkir itu memberikan karcis yang telah dicatat plat nomor dan langsung meminta biaya parkir sesuai kendaraan yang terparkir tersebut.

Ironisnya, saat tim RRI mencoba memberikan biaya parkir tak sesuai dengan tarif yang ia banderol, tak segan ia mempertegasnya dengan meminta kembali biaya parkir sesuai keinginannya, padahal dalam karcis parkir itu tak ada tarif yang dimintanya.

"Ini kurang pak," tegas juru parkir tersebut sambil tetap meminta kekurangannya tersebut.

Setelah menerima kekurangan yang ia minta, sang juru parkir dan beberapa rekannya langsung kembali berkumpul dengan teman-temannya yang kemungkinan besar merupakan juru parkir semua, tanpa terlihat memperhatikan kendaraan yang telah mereka parkirkan tersebut.

Ironisnya, saat pemilik kendaraan hendak mengambil kendaraannya, sang juru parkir merasa cuek, tanpa bertanya karcis yang sebelumnya ia berikan. Padahal, di dalam karcis tersebut tertulis, bahwa pemiliki kendaraan harus meninjukkan karcis tersebut jika ingin mengambil kendaraannya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00