Albertina Ho, Calon Dewas KPK yang Pernah Jadi Penjaga Warung

KBRN, Jakarta : Albertina Ho SH MH (59), lahir di Maluku Tenggara, Jumat, 1 Januari 1960, adalah seorang hakim karier wanita pada Peradilan Umum dibawah Mahkamah Agung Republik Indonesia. Albertina mulai dikenal publik ketika menjadi ketua majelis hakim yang menyidangkan kasus suap pegawai pajak Gayus Tambunan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Karena kegigihan, ketegasan, kecermatan dan kekukuhannya sebagai hakim wanita, Albertina Ho mendapat julukan “srikandi hukum” oleh sebagian kalangan. Pada April 2016, Albertina Ho bertugas sebagai hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi (PT) Medan.

Albertina merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara. Sejak lahir hingga duduk di kelas IV Sekolah Dasar, ia tinggal di Dobo, Maluku Tenggara, bersama orang tuanya. Mulai kelas V SD ia pindah ke Ambon. Ketika berada di Ambon inilah, Albertina kecil mengalami kesulitan dalam memakai kaus kaki dan sepatu karena telah terbiasa bertelanjang kaki ketika di Dobo. Ia lulus dari SD Ambon pada 1973.

Di kota Ambon, Albertina tinggal di rumah saudara dan mulai SMP ikut bekerja membantu keluarga saudaranya itu dengan menjaga toko kelontong. Masa SMP ditempuhnya di SMP Katolik Bersubsidi Ambon dan lulus pada 1975. Memasuki masa SMA, Albertina kembali pindah ke tempat saudaranya yang lain. Kali ini saudaranya memiliki usaha warung kopi, sehingga Albertina remaja juga turut bekerja membantu di warung kopi tersebut. 

BACA JUGA: Round Up : Artidjo Dewas KPK dan Komitmen Jokowi Memberantas Korupsi

Dirinya bekerja di warung kopi setiap hari mulai pulang sekolah hingga pukul 19.00 malam. Albertina menempuh pendidikan SMA di SMA Negeri 2 Ambon. Pada saat di SMA, nilai-nilai mata pelajaran eksaktanya cenderung lebih bagus dari mata pelajaran sosial, namun dirinya lebih memilih masuk ke jurusan sosial. Keputusan ini sempat membuat kecewa gurunya kala itu.

Selepas SMA, Albertina melanjutkan pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada UGM) pada 1979 dan lulus tahun 1985. Gelar Magister Hukum Ia raih setelah menjadi hakim pada 2004 dari Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.

Albertina Ho memulai karir hakim ketika ia diterima mendaftar CPNS Calon hakim setelah lulus dari Fakultas Hukum UGM. Setelah lulus pendidikan calon hakim, Albertina bertugas di Pengadilan Negeri Yogyakarta (1986-1990). Setelah itu kariernya banyak dilalui di lingkungan Pengadilan Negeri di Jawa Tengah hingga akhirnya pada 2005 ia ditugaskan di Mahkamah Agung (MA) sebagai sekretaris Wakil Ketua Mahkamah Agung bidang Yudisial.

Setelah 3 (tiga) tahun berkarir di Mahkamah Agung, Albertina ditugaskan menjadi hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Di sinilah ia banyak menangani kasus yang cukup menarik perhatian masyarakat umum, di antaranya kasus pegawai pajak Gayus Tambunan dan Anand Khrisna. 

BACA JUGA: Taufiequrachman Ruki, Polisi yang Pernah Jadi Ketua KPK

Pada September 2011, Albertina Ho dipromosikan menjadi wakil ketua Pengadilan Negeri Sungailiat dan akhirnya menjadi ketua Pengadilan Negeri di tempat yang sama. Pada Februari 2014, Albertina dipromosikan menjadi Wakil Ketua Pengadilan Negeri Palembang.

Setelah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, Albertina Ho dipromosikan pada April 2016 menjadi hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi (PT) Medan.

Penjara 30 Tahun Buat Gayus Tambunan

Nama Albertina Ho mulai dikenal publik saat mengadili kasus PNS Ditjen Pajak, Gayus Tambunan. Dalam tuntutannya, jaksa menuntut Gayus selama 20 tahun penjara. Walnya, oleh Albertina Ho dkk, Gayus hanya dijatuhi hukuman 7 tahun penjara. Padahal Gayus terbukti melakukan 4 (empat) dakwaan serius dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Publik resah, dan dengan berbagai dorongan, Gayus akhirnya kembali diadili dengan dakwaan baru. Saat itulah, Gayus menuai badai dengan vonis maksimal 30 tahun penjara.

Pada 2018, Albertina Ho mendaftar sebagai calon hakim agung. Albertina ternyata hanya lolos seleksi administrasi. Saat ikut uji kompetensi/tertulis yang digelar Komisi Yudisial (KY), nilai Albertina Ho tidak cukup untuk lolos ke tahap wawancara terbuka. Langkah Albertina Ho akhirnya terhenti. Kini nama Albertina Ho tercatat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Kupang.

Sebelumnya, nama Albertina Ho muncul sebagai salah satu calon Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

"Ada hakim Albertina Ho, itu tapi belum diputuskan loh ya, Pak Artidjo, saya ingat dan belum diputuskan," ujar Presiden Jokowi di Balikpapan, Rabu (18/12/2019). (Foto: republikaonline)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00