Ini Capaian Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam Selama 2018

KBRN, Agam : Selama tahun 2018 lalu, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam, terus menjalankan fungsinya, sebagai pelayanan masyarakat dan fungsi penegakan hukum.

Kepala Kantor Imigrasi kelas II non TPI Agam, Dani Cahyadi, menuturkan, untuk bidang pelayanan masyarakat, dibagi dalam dua kategori, pelayanan kepada Warga Negara Indonesia (WNI), dan juga pelayanan kepada Warga Negara Asing (WNA).

“Untuk pelayanan terhadap WNI, selama 2018 diterima 32.292 permohonan penerbitan passpor, dan ari jumlah itu, 30.399 permohonan selesai, 1.389 permohonan ditolak dan 509 permohonan masih dalam proses. Dari jumlah tersebut, 20.670 merupakan permohonan penerbitan baru, sedangkan 11.622 merupakan permohonan penggantian,” terangnya kepada awak media, dalam press release, Kamis (3/1/2019).

Sementara pelayanan pada WNA, menurut Dani Cahyadi, pihaknya menerima 202 permohonan izin tinggal kunjungan, 224 permohonan izin tinggal terbatas, 22 permohonan izin tinggal dan 23 permohonan alih status.

“Dari pelayanan masyarakat itu, Kantor Imigrasi kelas II Non TPI Agam selama tahun 2018, menghasilkan Rp11,3 miliar lebih Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” ungkapnya.

Dalam menjalankan fungsi di bidang penegakan hukum. Selama tahun 2018 sambung Dani Cahyadi, telah dilakukan tindakan administratif keimigrasian sebanyak 31 kali, pendetensian atau deportasi 11 orang dan usulan cegak tangkal (cekal) 2 warga negara asing.

“Dibanding tahun 2017, tindakan pendetensian atau deportasi menurun dari 14 menjadi 11 tindakan di tahun ini,” ulasnya.

Menurut Dani Cahyadi, selama tahun 2018, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam juga telah melaksanakan rapat dengan Timpora 3 Kota dan 5 Kabupaten yang berada di wilayah kerja, dan juga pada tahun lalu diterima penghargaan dari Kemenkumham, tentang pelayanan publik berbasis Hak Asasi Manusia berprediket sangat baik.

“Sedangkan untuk tahun 2019 ini, agar dapat menjangkau layanan keimigrasian didaerah sulit dijangkau, pihaknya akan melakukan jemput bola, seperti di Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Pasaman, sehingga dapat melayani pemohonan datang langsung ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat.

"Itu dilakukan untuk meminimalisir antrian di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam, dan membantu masyarakat yang jauh dalam melakukan kepengurusan pasport. Sehingga dalam hal ini pemohon tidak harus datang ke kantor, namun cukup pada kantor yang akan ditunjuk nantinya sebagai lokasi pelayanan” tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00