Petani Lahan Garapan di Belu Dambakan Penyuluh Pertanian

KBRN, Atambua : Pemanfaatan lahan tanam dengan budidaya tanaman sayuran, salah satu upaya warga tani di wilayah Kelurahan Manumutin Kecamatan Kota Atambua, untuk bisa mencukupi kebutuhan hidup.

Aktifitas bercocok tanam memanfaatkan lahan garapan yang ada di samping menanam sayur-sayuran sebagai tanaman selingan disesuaikan siklus musim, juga pertanaman pangan seperti jagung juga umbian.

Frans Leki, warga tani RT 16 Lingkungan Lesepu Kelurahan Manumutin Atambua mengatakan, luasan bidang tanah miliknya yang hanya beberapa are kebetulan dekat alur sungai, hal ini cukup dimanfaatkan untuk bercocok tanam sayur. Sayuran terung yang ditanamnya kini sudah memasuki masa panen untuk dijual.

"Pemanfaatan lahan ini kita sebagai petani untuk biaya anak sekolah, terutama harus melalui hasil-hasil yang seperti ini, kalau tidak kita masyarakat kecil mau dapat uang dari mana," ungkapnya, Kamis (3/1/2019).

Dirinya berharap Pemerintah Daerah melalui Dinas teknis para penyuluh pertanain sekiranya bisa membantu memberikan pendampingan petani, sebab saat ini yang dilakukan masih sebatas pemahaman pribadi. 

Menurutnya untuk tenaga penyuluh pertanian jarang sekali turun ke lokasi, padahal yang diharapkan melalui pendampingan bisa mengatasi persoalan seperti serangan hama penyakit dan lain sebagainya yang seringkali kurang dipahami masyarakat tani.

"Saya dalam kelompok tani, tapi selama saya kerja ini tidak ada bantuan penyuluh. Artinya teknik-teknik pertanian ini kami kerja dengan pikiran sendiri, sedangkan teknik yang dari petugas tertentu tidak ada," terangnya.

Ia menjelaskan, untuk hal pemasaran tanaman sayuran yang sudah memasuki masa panen, selain penjualan langsung di kebun warga datang membeli, juga dijual ke pasar lokal kota Atambua. Hasil penjualan sayur-mayur cukup lumayan bisa menambah penghasilan ekonomi keluarga, juga sebagian untuk biaya pendidikan anak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00