Mengenal Gedung DPR/MPR Gagasan Presiden Soekarno

Gedung MPR/ DPR saat awal pembangunan. Foto: Website MPR

KBRN, Jakarta: Sidang tahunan MPR, DPR, DPD berlangsung hari ini, Selasa (16/8/2022). Tempat berlangsungnya sidang ada di gedung MPR/DPR. 

Mengutip situs MPR, berikut sejarah didirikannya gedung tersebut. Gedung ikonik itu didirikan pada 8 Maret 1965 melalui Surat Keputusan Presiden RI Nomor 48/1965. 

Pendirian gedung ini berawal dari gagasan Presiden pertama RI, Soekarno. Karena gedung ini digunakan untuk menyelenggarakan CONEFO (Conference of the New Emerging Forces). 

Arsitektur gedung merupakan hasil rancangan karya Soejoedi Wirjoatmodjo. Gedung ditetapkan dan disahkan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 22 Februari 1965. 

Pembangunan sempat terhambat karena adanya peristiwa G30S PKI. Lalu dilanjutkan kembali berdasarkan Surat Keputusan Presidium Kabinet Ampera Nomor 79/U/Kep/11/1966 tanggal 9 November 1966.

Peruntukannya pun diubah menjadi Gedung MPR/DPR RI. Komplek MPR/DPR/DPD RI terdiri dari beberapa Gedung. 

Terdapat Gedung Nusantara yang merupakan gedung utama dalam komplek MPR/DPR/DPD. Gedung berbentuk kubah dengan bentuk setengah lingkaran yang melambangkan kepakan sayap burung yang akan lepas landas.

Gedung Nusantara I DPR RI (Foto: Antara)

Gedung Nusantara I setinggi 100 meter dengan 24 lantai. Gedung Nusantara II, Gedung Nusantara III, Gedung Nusantara IV, Gedung Nusantara V. 

Selain itu ada Gedung Bharana Graha, Gedung Sekretariat Jenderal MPR/DPR/DPD, Gedung Mekanik, dan Masjid Baiturrahman.

Ada juga patung Elemen Estetik yaitu sebuah patung kontemporer karya But Mochtar yang selesai pada 1977. Wujud Patung Elemen Estetik pada dasarnya saling berhubungan dan berkesinambungan. 

Patung elemen estetik (Foto: DPR)

Patung Elemen Estetik merupakan elemen pengukuh dan pemersatu diantara gedung-gedung yang ada dalam komplek MPR/DPR/DPD RI. Dari segi filosofis patung ini merupakan pencerminan manusia indonesia yang hakiki. 

Kehendak dan harapan manusia Indonesia dimanifestasikan melalui lembaga perwakilan dalam perjalanan. Serta perkembangannya melewati dimensi masa lampau, masa sekarang dan masa yang akan datang. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar