Kenali Tokoh Pejuang Pertahanan Kemerdekaan RI

Ilustrasi perayaan HUT RI ke-77

KBRN, Jakarta: Hari Kemerdekaan Republik Indonesia atau HUT ke-77 RI tinggal menghitung hari. Tentu lahirnya kemerdekaan tidak luput dari para tokoh pejuang di Indonesia.

Bahkan, setelah merdeka pada 17 Agustus 1945, tidak lantas Indonesia dapat dengan mudah membangun bangsanya sendiri. Pasti ada sejumlah tokoh yang membela kemerdekaan setelah merdeka.

Sementara terdapat pula beberapa tokoh yang mengambil peran sangat besar untuk mempertahankan kemerdekaan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) di tengah banyak negara yang belum mengakui kemerdekaan Indonesia. Siapa saja tokoh yang berperan mempertahankan tanah Indonesia, begini rangkuman yang dikutip dari berbagai sumber,diantaranya:

1. Sultan Hamengkubowono IX 

Hamengkubuwono IX (Foto/koleksikunoanggoro)

Sultan Hamengkubuwono IX lahir di Ngayogyakarta Hadiningrat, 12 April 1912, dengan nama asli Gusti Raden Mas Dorodjatun. Ia adalah putra dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan permaisuri Kangjeng Raden Ayu Adipati Anom Hamengkunegara.

Pada tanggal 2 Oktober 1988, Sultan Hamengkubuwono IX meninggal dunia di George Washington University Medical Centre, Amerika Serikat. Atas jasa dan berbagai perannya bagi bangsa dan negara Indonesia, Pemerintah RI menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional.

2. Frans Kaisiepo

Frans Kaisiepo. [Foto: wikipedia]

Pahlawan berikutnya berasal dari Irian. Namanya diabadikan menjadi nama Bandar Udara Frans Kaisiepo di Biak, di salah satu kapal yaitu KRI Frans Kaisiepo, dan wajahnya pun tertera dalam mata uang Rp 10.000.

Frans Kaisiepo lahir di Wardo, Biak, Papua, 10 Oktober 1921. Pada usia 24 tahun, ia mengikuti kursus Pamong Praja di Jayapura yang salah satu pengajarnya adalah Soegoro Atmoprasodjo, yang merupakan mantan guru Taman Siswa.

Sejak bertemu dengan beliau, jiwa kebangsaan Frans Kaisiepo semakin tumbuh dan kian bersemangat untuk mempersatukan wilayah Irian ke dalam NKRI.

Frans Kaisiepo wafat tanggal 10 April 1979. Atas jasa dan perjuangannya selama mempertahankan keutuhan bangsa Indonesia, Pemerintah RI menganugerahi gelar Pahlawan Nasional.

3. K. H. Hasyim Asy'ari

Hadlratussyekh Muhammad Hasyim Asyari (Foto:Istimewa)

Ternyata, tokoh yang mempertahankan kemerdekaan tidak hanya datang dari kalangan sipil dan tentara saja, lho. Tapi ada juga tokoh ulama yang berjuang mempertahankan kemerdekaan RI, yaitu K.H. Hasyim Asyari. Beliau merupakan salah satu ulama yang mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng.

K.H. Hasyim Asyari lahir di Jombang, Jawa Timur tanggal 14 Februari 1871. Pondok Pesantren Tebuireng didirikan pada tahun 1899 serta memelopori pendirian organisasi massa Islam Nahdhatul Ulama (NU) tanggal 31 Januari 1926.

K.H. Hasyim Asyari wafat tanggal 25 Juli 1947. Wafatnya beliau terjadi ketika utusan Bung Tomo serta pemimpin Hizbullah Surabaya Kyai Gufron bertamu ke pesantren Tebuireng.

Kedatangan dua tamu tersebut berupaya memberitahu K.H. Hasyim Asyari bahwa pasukan Belanda melakukan Agresi Militer I dan menduduki kota Malang yang sebelumnya dikuasai pasukan Hizbullah.

Berita itu mengejutkan K.H. Hasyim Asyari dan membuat beliau jatuh pingsan di atas kursinya. Dokter segera didatangkan namun sayangnya ia sudah wafat akibat pendarahan otak.

Pemerintah RI lantas menghargai jasa-jasanya dan pengabdiannya dengan mengeluarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 294 Tahun 1964 tanggal 17 November 1964, yang menyatakan bahwa Pemerintah RI menganugerahi K.H. Hasyim Asyari gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

4. Jenderal TNI Gatot Soebroto

Jenderal TNI Gatot Soebroto (Foto: Wkipedia)

Jenderal TNI (Purn.) Gatot Soebroto lahir di Sumpiuh, Banyumas, Jawa Tengah, 10 Oktober 1907. Jenderal Gatot Subroto dikenal sebagai tentara yang aktif di tiga zaman.

Beliau pernah menjadi Tentara Hindia Belanda (KNIL), pada masa pendudukan Jepang, dan pasca Indonesia merdeka beliau berperan dalam menumpas pemberontakan PKI.

Pada tanggal 11 Juni 1962, Gatot Soebroto wafat pada usia 54 tahun akibat serangan jantung. Pangkat terakhir yang disandangnya adalah Letnan Jenderal. Atas jasa-jasa dan perjuangannya, ia dianugerahi gelar Tokoh Nasional atau Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Gatot Soebroto adalah tentara asli Indonesia, darma baktinya kepada nusa dan bangsa ia tunjukkan dengan prestasi yang luar biasa. Semua pemberontakan di tanah air mulai dari PKI Madiun 1948, DI/TII, dan PRRI Permesta berhasil ditumpas oleh beliau.

Selama hidupnya sosok Gatot Soebroto merupakan sosok yang dianggap gila karena ucapannya yang terkadang kasar, namun karena sikapnya tersebut ia sangat dekat dengan para bawahannya di militer.

5. Laksamana Madya TNI Yos Sudarso

Laksamana Madya TNI Yos Sudarso (Foto: Wikipedia)

Laksamana Madya TNI Yos Sudarso lahir di Salatiga, Jawa Tengah, pada 24 November 1925. Laksamana Madya TNI Yos Sudarso bertugas di angkatan laut pada dua zaman. Ia bertugas sejak masa Pendudukan Jepang dan masa kemerdekaan.

Laksamana Madya TNI Yos Sudarso wafat dalam pertempuran di Laut Aru tanggal 15 Januari 1962. Ia meninggal ketika melaksanakan operasi rahasia untuk menyusupkan sukarelawan ke Irian menggunakan KRI Macan Tutul.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar