Mengenal Berbagai Tradisi Unik Perayaan HUT ke-77 RI

Tradisi pacu kude digelar sebagai bentuk perayaan HUT RI setiap tahunnya. (ANTARA FOTO/Rahmad)
Dua orang pepadu tengan bertarung di arena peresean yang digelar menjelang puncak Bau Nyale 2022 di Kuta Mandalika pada Kamis, (17/2/2022). (TRIBUNLOMBOK.COM/LALU HELMI)

KBRN, Jakarta: Beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi unik saat merayakan HUT ke-77 RI. Tentunya, perayaan tersebut bersifat turun temurun dan tetap dilestarikan hingga saat ini. 

Anda juga dapat mengikuti tradisi tersebut untuk perayaan pada 17 Agustus nanti. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut tradisi perayaan 17 Agustus yang ada di Indonesia:

1. Pacu Kude, Aceh  

Para joki memacu kuda pada tradisi lomba pacuan kuda tradisional Gayo di lapangan HM Hasan, Blang Bebangka, Aceh Tengah. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/hp)

Pemerintah dan masyarakat Aceh menganggap pacu kude merupakan simbol dari perjuangan rakyat untuk mendapatkan kemerdekaan. Tradisi pacu kude digelar sebagai bentuk perayaan HUT RI setiap tahunnya.

2. Sampan Layar, Batam  

Sampan layar bersiap mengikuti lomba pacu sampan, memeriahkan HUT ke-74 RI di Perairan Pulau Belakangpadang Kota Batam, Kepulauan Riau (ANTARA/ Yunianti Jannatun Naim)

Tradisi sampan layar digelar oleh masyarakat Batam, Kepulauan Riau untuk memperingati 17 Agustus. Keunikan sampan layar adalah peserta lomba menggunakan perahu kayu dengan layar berwarna-warni.

3. Telok Abang, Palembang 

Mainal pesawat terbang lengkap dengan hiasan bendera Telok Abang. ANTARA/Yudi Abdullah.

Kehadiran mainan telok abang sangat lekat dengan perayaan 17 Agustus. Telok abang juga dilengkapi dengan telur rebus, telur tersebut dicat dengan warna merah. 

4. Tirakatan, Jawa 

Malam Tirakatan di Desa Tambakrejo, Magetan. Foto: Pemkab Magetan

Tirakatan sangat erat dengan masyarakat Jawa. Pada 16 Agustus malam, masyarakat berkumpul untuk doa bersama, lalu dilanjutkan dengan makan bersama. 

5. Pawai Jampana, Bandung 

Foto pawai Jampana yang diambil sebelum pandemi Covid-19. (Dok. Kemenparekraf)

Keunikan pawai ini adalah tandu besar yang berisi aneka hasil bumi, kerajinan masyarakat setempat, serta berbagai macam makanan. Tandu tersebut akan dibawa oleh empat orang dan diarak dalam pawai Jampana.

6. Obor Estafet, Semarang 

Para pelari mengikuti balap estafet obor tahunan Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)

Masyarakat melakukan obor estafet, yakni lomba lari dengan membawa obor. Acara ini sudah menjadi tradisi turun temurun selama kurang lebih 30 tahun.

7. Peresean, Lombok 

Dua orang "pepadu" (pemain presean) bertarung  saling memukul dengan tongkat yang terbuat dari rotan saat pertunjukan presean yang disiarkan secara daring di persawahan Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, NTB (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww)

Peresean merupakan kesenian tradisional masyarakat Suku Sasak Lombok.  Tradisi ini mempertemukan pepadu atau jagoan dari berbagai pelosok Lombok untuk beradu ketangkasan. 

8. Lomba Dayung, Banjarmasin 

Lomba Dayung di Banjarmasin. Dok.Indonesia Travel

Setiap tahun, masyarakat menggelar lomba dayung. Uniknya, lomba dayung ini menggunakan perahu dengan ikon kepala naga di ujungnya, sehingga dikenal sebagai lomba dayung perahu naga. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar