Lampung Tengah Canangkan Gerakan Membaca 30 Menit

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Deni Kurniadi menandatangani piagam pencanangan Gerakan Membaca 30 Menit setiap untuk keluarga, di Kabupaten Lampung Tengah, Senin (8/8/2022). (Foto: Perpusnas)

KBRN, Metro: Upaya massif terkait pembudayaan kegemaran membaca ditunjukkan Kabupaten Lampung Tengah. Bupati, DPRD dan Bunda Literasi Kabupaten Lampung Tengah kompak mencanangkan "Gerakan Membaca 30 Menit" untuk keluarga" setiap harinya. 

Bunda Literasi Kabupaten Lampung Tengah, Mariana Musa Ahmad mengatakan, keluarga merupakan motor dari gerakan tersebut dan setiap keluarga diminta untuk membuat perpustakaan.

“Gerakan ini dimulai dari keluarga. Hingga kini telah terbentuk 28 ribu perpustakaan keluarga. Semula target yang diharapkan adalah 15% dari jumlah kepala keluarga, atau 7.249 keluarga. Kami ingin gerakan ini diakui oleh Perpustakaan Nasional,” ungkap Mariana di sela-sela perhelatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM), Senin (8/8/2022).  

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Deni Kurniadi yang turut menyaksikan pencanangan, turut mengatakan bahwa program pemasyarakatan budaya baca melalui bunda literasi merupakan cara strategis yang dipilih perpustakaan untuk memotivasi, menumbuhkan kesadaran berbudaya baca.

“Bunda literasi bisa dikatakan sebagai salah satu public figure dan karakter masyarakat Indonesia saat ini masih suka meniru dengan yang dilakukan public figure,” terang Deputi. 

Dalam suatu ungkapan, disebutkan kalau membaca adalah napas kehidupan dan merupakan jembatan emas ke masa depan. Dari pernyataan tersebut diketahui betapa pentingnya membaca dalam kehidupan sehari-hari. Dengan membaca manusia dapat memaknai hidup.

“Bangsa yang maju adalah bangsa pembaca dan menjadi garda terdepan dalam membangun bangsa. Kemampuan membaca merupakan fondasi pembangun kualitas sumber daya manusia,” tambah Deni Kurniadi. 

Pada kesempatan yang sama, Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad menjelaskan latar belakang Gerakan Membaca 30 Menit untuk setiap keluarga setiap harinya. Menurut Bupati, kebutuhan akan ilmu pengetahuan adalah keharusan. Dengan membaca maka jendela dunia menjadi terbuka. 

“Tidak hanya manfaat pengetahuan yang didapat, tapi juga manfaat keekonomian yang bisa diperoleh,” ucap Musa. 

Esensi dari keberadaan perpustakaan, tambah Bupati, ada di situ. Jika SDM unggul berhasil dicipta, maka akan terbuka lebar kreativitas, daya inovasi dan penguasaan Iptek. Dengan demikian, transformasi layanan perpustakaan benar-benar dirasakan masyarakat.

Senada dengan Bupati, Ketua DPRD Lampung Tengah, Sumarsono, juga mengaku akan mendukung sepenuhnya terkait apa yang sudah menjadi program pembangunan SDM Kabupaten Lampung Tengah. 

“Kami telah meminta untuk ditingkatkan anggaran. Suka tidak suka dunia kini dalam genggaman,” jelasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar