Indeks Kepuasan Layanan BPJS Kesehatan 2021 Naik

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti (depan, urutan empat dari kanan), bersama jajaran pejabat BPJS Kesehatan usai acara

KBRN, Jakarta: Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan BPJS Kesehatan mengalami kenaikan dengan rata-rata naik 5-6 persen, menurut laporan BPJS Kesehatan. Direktur BPJS Kesehatan Ghufron Mukti menjelaskan kenaikan tersebut muncul pada tiga indeks kepuasan yang diukur pada akhir tahun 2021. 

TIga indeks tersebut adalah Indeks Kepuasan Peserta, Indeks Kepuasan Fasilitas Kesehatan, dan Indeks Kepuasaan Badan Usaha. 

"Naiknya kepuasan kok tinggi sekali. Biasanya naik kepuasan itu satu poin atau di bawah satu poin. Ini naiknya dari 81,5, naik ke 87,6, Indeks Kepuasan Peserta. Jadi pesertanya puasnya langsung meningkat tajam," ungkap Ghufron.

Kondisi Dana Jaminan Sosial (DJS) di tahun 2021 juga dinyatakan positif, dengan kepemilikan aset bersih sebesar Rp38,7 triliun.  Dengan posisi aset ini, menurut Ghufron, BPJS Kesehatan mampu memenuhi estimasi pembayaran klaim hingga 5 bulan ke depan, yang diungkapnya saat "Public Expose: Pengelolaan Program Keuangan dan BPJS Kesehatan Tahun 2021", di Kantor BPJS Kesehatan, Jakarta, Selasa (5/7/2022).

Indeks Kepuasan Peserta pada tahun 2021 mencapai 87,6, naik 6,1 poin dibandingkan tahun 2020 yang berada di 81,5. Sementara, Indeks Kepuasan Fasilitas Kesehatan mencapai 87,3, naik 5,9 poin dibandingkan 81,4 pada tahun 2020. Sedangkan Indeks Kepuasaan Badan Usaha mencapai 86,5, naik 5,9 poin dibandingkan 80,6 pada tahun 2020.

Menurut Ghufron, selain naiknya indeks kepuasan layanan, BPJS Kesehatan juga mampu mempertahankan laporan keuangan tahun 2021 dengan predikat Wajar Tanpa  Modifikasi (WTM). Capaian tersebut merupakan predikat WTM kedelapan secara berturut-turut sejak BPJS Kesehatan beroperasi tahun 2014, dan ke-30 sejak era PT Askes (Persero). 

Dari aspek kepesertaan, per Januari 2022 jumlah kepesertaan Program JKN mencapai 235,7 juta jiwa atau sekitar 86% dari total penduduk Indonesia. BPJS Kesehatan juga memperluas akses layanan melalui kerja sama dengan 23.608 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 2.810 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (rumah sakit).

Berdasarkan aspek kolekting iuran, BPJS Kesehatan mencatat total penerimaan iuran hingga 31 Desember 2021 sebesar Rp143,3 triliun, lebih besar dari yang ditargetkan. Penerimaan iuran tiap tahunnya cenderung meningkat. Tercatat, total penerimaan iuran tahun 2020 sebesar Rp139,8 triliun. Peningkatan jumlah kolekting iuran tersebut juga didukung dari jumlah kanal pembayaran yang tersebar di 696.569 titik yang terdiri dari kanal perbankan, non perbankan hingga Kader JKN.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar