Keutamanaan Puasa Arafah Jelang Iduladha

Ilustradi Puasa Arafah (Foto: NU Online)

KBRN, Jakarta: Hari Raya Iduladha 1442 H nampaknya sudah di depan mata yakni 10 Juli 2022 mendatang. 

Tentunya banyak orang yang melakukan puasa sunnah yakni puasa Arafah. Puasa Arafah merupakan puasa sunnah yang bertepatan dengan ritual wukuf jemaah haji di Arafah. 

Sama dengan namanya yakni puasa sunnah, puasa ini  tidak diwajibkan untuk dilaksanakan umat muslim yang sedang menjalankan ibadah haji, atau tidak mengerjakan wukuf di padang Arafah. 

Selain itu, puasa ini juga wajib dilakukan sehari sebelum Idul Adha yakni 9 Juli 2022, lalu apa keutamaan puasa Arafah? Berikut penjelasan yang dirangkum dari laman NU Online, Selasa (5/7/2022).

1. Menghapus dosa 2 tahun

Dilansir dari muslim.or.id, sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Tirmizi disebutkan bahwa Puasa Arafah akan menghapuskan dosa satu tahun sebelum dan satu tahun sesudah puasa

"Puasa hari Arafah menghapuskan dosa dua tahun, yaitu tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya. Puasa Asyura' menghapuskan dosa tahun sebelumnya," (hadis riwayat jamaah kecuali Bukhari dan Tirmizi).

2. Keutamaan ibadah di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah

10 hari pertama Bulan Dzulhijjah merupakan hari istimewa bagi umat muslim, karena Allah SWT sangat mencintai amal-amal sholeh yang dikerjakan pada 10 hari tersebut seperti hadist berikut:

Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu: Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. 

Mereka bertanya: Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah? Beliau menjawab: Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun. (HR. Imam Bukhori).

3. Hukumnya sunnah muakkadah

Sunnah muakkad puasa Arafah merupakan jenis amal ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat muslim yang tidak sedang menjalankan ibadah haji. Dan bagi umat muslim yang sedang melaksanakan ibadah haji tidak perlu melaksanakan puasa Arafah.

Sementara, untuk Niat Puasa Arafah atau Puasa sebelum Idul Adha, yakni:

"Nawaitu Shauma Ghadin 'an ada'i sunnati Arafah lillahi ta'ala".

Artinya: "Aku berniat pasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT".

Niat puasa arafah dapat diucapkan pada malam hari atau pagi hari dengan catatan belum melakukan hal-hal yang mebatalkan puasa.

Niat puasa Iduladha ini juga dapat diucapkan dalam hati maupun dilafalkan dengan bahasa Arab maupun Bahasa Indonesia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar