BMKG-Bali Keluarkan Peringatan Dini Potensi Cuaca Ekstrem 

Dokumentasi - Wisatawan beraktivitas di kawasan pantai berbendera merah atau larangan berenang di Pantai Kuta, Badung, Bali, Sabtu (4/1/2020). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym/foc.

KBRN, Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi (BMKG) Bali mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di perairan Bali.

"BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait dengan gelombang tinggi dan kondisi angin juga cukup lumayan untuk wilayah Bali dan sekitarnya," kata  Koordinator Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, Bali, I Nyoman Gede Wiryajaya dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Minggu (3/7/2022).

Ia memperkirakan gelombang laut mencapai 5 meter di wilayah Bali bagian selatan. Sedangkan di perairan di Selat Lombok maupun Badung diperkirakan mencapai 3.5 meter. 

"Kalau di utara Bali mencapai sekitar 2 meter," jelasnya.

Menurut Nyoman, informasi telah disampaikan kepada instansi terkait untuk mengurangi risiko yang ditimbulkannya.

"Informasi ini telah kita sampaikan ke dinas terkait seperti penyeberangan maupun BPBD dan lain sebagainya emlalui media sosial maupun email artinya mereka sudah menerima informasinya dari BMKG untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai dengan kebutuhan mereka," ujarnya.

Lebih lanjut, Nyoman mengungkapkan sejumlah wilayah perairan yang mempunyai potensi bahaya cukup tinggi.

"Secara umum kita lihat itu untuk daerah selatan Bali ya cukup tinggi, ya ini kan pengaruh dari angin timur, artinya saat ini kan Monsun Australia lagi aktif. Ini umum terjadi pada saat musim kemarau.  Jadi angin bertiup dari timuran dari Benua Australia menuju ke Asia, jadi mereka melalui Indonesia sehingga angin cukup kencang salah satunya berdampak pada gelombang cukup tinggi di daerah selatan baik Selat Lombok, Selat Badung, Selat Alas," terangnya.

Nyoman mengimbau masyarakat dan para nelayan serta pelaku wisata bahari untuk lebih berhati-hati mewaspadai potensi gelombang yang cukup signifikan belakangan ini. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar